Jumat, 10 Juli 2009

Sistem Pencernaan






























SISTEM PENCERNAAN

Makanan yang kita makan tersusun dari berbagai zat gizi yang digunakanuntuk pembentukan jaringan tubuh dan mengganti jaringan yang rusak. Makanan sangat penting untuk hidup karena sebagai sumber energi kimiawi. Sebagian besar makanan yang kita makan mengandung molekul yang besar untuk pembentukan cell body. Maka makanan-makanan akan memecah menjadi molekul yang kecil cukup untuk masuk ke dalam cell body terjadi proses pencernaan. Organ-organ yang terlibat dalam pemecahan makanan secara kolektif dikenal dengan sistem digestive.
Bidang khusus perlakuan dengan struktur, fungsi, diagnosa dan penanganan dari penyakit lambung dan usus disebut gastroemterology (gas-tro-en-ter-ol-o-je, gastro = lambung, entero = usus, logg = ilmu). Bidang khusus perlakuan dengan diagnosa dan penanganan penyerapan dari rektum dan anus disebut proctology (prok-tol-o-je, proct, -iectum)

A. TINJAUAN TENTANG SISTEM DIGESTIVE
Objective
Mengenal organ sistem digestive
Menggambarkan proses kerja digestive sistem

Dua kelompok organ dari susunan sistem digestive (halaman 244) tractus Gastro Intestinal (GI) dan organ digestive tamabahan, Gastro Intestinal (GI) atau saluran masuknya makanan (saluran pencernaan makanan saluran yang bersambung, menghubungkan dari mulut sampai anus, organ-organ tractus Gastrointestinal masuk melalui mulut lalu ke pharing, esovagus, lambung, usus halus, dan usus besar, panjang gastro intestinal mengambil dari mayat kira-kira 9 m (39ft). Pada organ hidup lebih pendek karena otot disepanjang organ-organ dinding tractus GI berada pada kondisi kerja (terus menerus berkontraksi), organ digestive tambahan didalamnya ada Gigi, lidah, kelenjar saliva, hati, kantung empedu dan pankreas. Gigi membantuu memecahkan makanan dan ludah membantu pengunyahan dan menelan. Organ digestive tambahan yang lain bagaimanapun tidak pernah sampai masuk langsung berhubungan dengan makanan mereka memproduksi tempat pengeluaran yaitu saluran masuk ke bidang Gastro Intestinal terus ke pembuluh dan sekret membantu mengolah makanan secara kimiawi.
Keseluruhan proses kerja sistem digestive 6 proses dasar :
1) Makan, proses ini meliputi pengambilan makanan dan cairan dari mulut (makan)
2) Pengeluaran, tiap hari, cell dalam bidang tractus GI dan organ pencernaan pelengkap mengeluarkan total yaitu kira-kira 7 liter air, asam, dapar, dan enzim dalam saluran (dalam tempat) di dalam bidang
3) Tempat bercampurnya dan dorongan pertukaran terjadi dengan kontraksi dari otot polos dalam dinding tractus GI bercampur makanan dan pengeluaran dan mendorongnya ke arah anus, kemampuan dari tractus GI untuk mencampur dan memindah bahan di sepanjang saluran yang panjang disebut motilitas.
4) Pemecahan mekanik dan kimiawi proses memecah makanan menjadi molekul molekul kecil di pencernaan secara mekanik. Gigi memotong dan mengolah makanan sebelum ditelan kemudian otot-otot halus dalam perut dan usus halus mengaduk makanan. Sebagai dari hasil molekul makanan menjadi larut dan semuanya dicampur oleh enzim pencernaan dalam proses kimiawi pencernaan banyak karhohidrat, lemak, protein dan molekul polimer nukleustida dalam makanan. Makanan dibagi dalam molekul kecil dengan hidrolisis (lihat halaman 215 No 45). Ezim pencernaan yang memproduksi kelenjar saliva, lidah, perut, pankreas, bagian proksimal usus yang ukurannya lebih kecil dari usus besar. Katalisator ini merupkan reaksi katabolik. Sedikit zat dalam makanan yang dapat serap tanpa pencernaan kimiawi didalamnya terdapat banyak vitamin : ion kolesterol dan air.
5) Penyerapan pintu untuk masuk dan pengeluaran gas, ion dan produk dari pencernaan dalam cel-cel epitelium dalam saluran dari tractus G1 yang menghubungkan dengan penyerapan zat berada dalam daerah atau limfa dan Sirkulasi Seluruh Sel ada di tubuh.
6) Pengeluaran sisa,yaitu zat yang tidak dapat dicernakan, Bakteri banyak Cel pengeluaran dari dalam lumen trakrus gastrointestinal dan pencernaan bahan ini tidak mengikat di perjalanan terus dari bagian penyerapan makanan meninggalkan badan selesai pada anus, diproses penyaluran pengeluaran, pembuangan bahan selesainya ada veses.

CHECKPOINT:
1. Apa komponen dari sistem digestive organ tractus G1 dan apa organ pencernaan asesoris?
2. Organ apa dalam sistem pencernaan yang masuk dan menghubungkan dengan makanan da beberapa fungsi sistem pencernaan?
3. Apa macam molekul makanan melului melalaui pencernaan kimiawi dan apa yang terjadi?


B. LAPISAN DARI TRACTUS G1
OBJEKTIF
Menggambarkan struktur dan fungsi dari lapisan dari dinding tractus G1

Dinding dari tractus G1 dari esophagus ke bawah sampai saluran dubur ada beberapa dasar yaitu lapisan dari saluran jaringan untuk lapisan dari bidang dari dalam superfisia adalah mucosa, submucosa, muscularis dan serosa (No 24.2. di halaman 898).

Mukosa
Mukosa atau inti dari lumen tractus G1 adalah membran mukosa yang tersusun oleh:
1. Lapisan epitelium tidak langsung berhubungan dengan isi dari bidang G1
2. Lapisan dari jaringan yang menyambungkan dengan lamina propia dan
3. lapisan tipis dari otot yang halus ( mukosa yang berotot).
Organ di tractus GI dari mulut,pharing esophagus,perut, usus buntu dan besar,organ digestif tambahan masuk. Gigi,lidah, kelenjat air liur, hatikantung empedu dan pankreas
Gambar 24.1 organ-organ dalam sistem pencernaan
Organ-organ dalam traktus gastrointestinal adalah mulut, pharynk, esophagus, lambung usus halus dan usus besar. Organ pencernaan tambahan meliputi gigi, lidah, kelenjar saliva, hati, kandung empedu dan pankreas.



Fungsi
1) Makanan : Menerima makanan dalam perut
2) Pengeluaran : melepaskan air, asam, banyak menyangga dan enzim dalam saluran tractus GI.
3) Tempat mencampur dan dorongan : mencamur dan mendorong makanan terus sampai tractus GI
4) Pencernaan : mekanik dan kimiawi dalam mengolah makanan
5) Penyerapan : bagian dari produk pencernaan dari bidang GI dalam darah dan limpha
6) Pengeluaran : pembuangan feses dari bidang GI
1. Sel epitelium dalam mulut, pharing esofagus dan saluran dubur sebagian besar tidak ada kreatinin membagi epitel squamos. Fungsi perlindungan yang baik. Columna epithelium yang sederhana yang mana fungsinya sebagai sekresi dan absorbsi. Garis dari perut dan saluran pencernaan dari lubang pilorik lambung hingga anus persimpangan yang benar-benar sempit tandanya saling berdekatan. Colum epitel yang sederhana banyak sel menjadi satu dengan yang lain membatasi kebocoran diantaranya pada sel-sel yang tersusun dari pembaharuan bidang GI. Sel-sel yang tersusun dari epitel di jangka waktu setiap 5-7 hari mereka mengelupaskan sel-sel mati dan menggantikan dengan sel-sel baru. Terletak diantara sel-sel epitel sekresi keluar melalui saluran sel-sel pengeluaran lendir dan zat cair dan gas dalam saluran bidang dan banyak macam sel endokrin bersama-sama menghubungkan sel-sel yang ada dalam endokrin, pengeluaran hormon-hormon dalam cairan darah.
2. jaringan penyokong yang melapisi membran mukosa (lamina = tipis, piring rata, pelapis membran mukosa = satu dari yang semestinya). Area yang menghubungkan jaringan berisi banyak darah dan saluran limpha yang mana jalan dari banyak nutrisi diserap dalam Gaster daerah banyak jaringan yang lain dalam badan. Lapisan penyokong epithelium dan pembalut mukosa muscularis (dibicarakan selanjutnya) lamina propria juga sebagian besar banyak berisi sel-sel dari mucosa asscriated jaringan lymphatic (MALT) pembuluh limpha tonjolan berisi sel sistem Imune untuk melindungi dari penyakit (lihat gambar 22) MALT memberikan semua terus sampai Graster, terutama tonsil, usus halusm apendix dan usus besar.
3. Lapisan serabut cell otot yang lembut adalah otot mucosa lempengan membran mucosa alam perut dan usus halus banyak lipatan-lipatan kecil. Banyak pertambahan area permukaan untuk pencernaan dan penyerapan, pergerakan dari otot-otot mucosa memastikan semua dengan penuh membuka dengan penuh pada tractus GI.

Submucosa
Submucosa terdiri dari jaringan koneksi areoral yang mengikat mucosa ke muscular muscularis itu bersisi banyak darah dan pembuluh limfatik yang menerima absorbsi molekul makanan juga berlokasi di submuskosa adalah extensif syaraf yang di sebut plexus (penjelasan singkat) submucosa yang berisi kelenjar yang dan jaringan limfatik.
Muscularis
Muscularis ada di mulut faring dan superior. Serta bagian tengah esafagus terdiri dari otot skeletal yang membuat mengunyah secara disadari otot skeletal yang membentuk kanal spingter external yang membolehkan pengendalian devekasi.
Sisa keseluruhan di traktur muskularis terdiri dari otot halus yang umumnya terdiri dari dua bagian lapisan dalam disebut sirkuler dan lapisan luar disebut serabut longitudinal. Diluar kontraksi diserabut usus halus, membantu memecah makanan mencampurnya dengan sekreasi pemecahan dan mendorongnya sampai traktus diantaranya dua lapisan muscularis adalah pleksus ke dua dari syaraf disebut pleksus pyteri (penjelasan singkat)

Serosa
Bagian dari tractus Gastroentritis ini adalah menggantung di cavum abdomenopelvik yang mempunyai lapisan dangkal yang disebut penamaan secara tidak langsung, serosa adalah membran seros disusun dari jaringan coneksi areolar dan acuamor epithelium singkat (mesitelium). Serosa disebut fiseral peritorium karena bagiannya berbentuk periotonium memeriksa secara detel dengan singkat. Esofagus kekurangan serosa hanya pada sat lapisan jaringan koneksi areolat disebut adventitita bentuk dari organ lapisan supervisial.

CHEKPOINT
4. sekitar mana tractus GI di muscularis yang terdiri dari otot skeletal?
control dari otot skelektal dikehendaki atau tidak?
5. nama dari 4 lapisan GI trac dan jelaskan fungsinya!

C. SARAF DALAM DARI SALURAN PENCERNAAN
Tujuan
Menjelaskan persediaan syaraf dari tractus GI

Gastrointestinal track pada hakekatya mengatur kumpulan dari syaraf yang disadari seperti sistem syaraf enteric dan kumpulan syaraf luar yang merupakan bagian dari sistem syaraf otonom
Sistem syaraf enterik

Kita pertama mengenalkan dengan sistem syaraf enterik (ENS) yaitu ”Otak sampai Usus” di gambar 12.11 terdiri dari kira-kira 100 juta syaraf juga lebar dari esopagus sampai anus syaraf dari ENS telah diatur dalam 2 pleksus. Pleksus myentric dan pleksus submuscusal (lihat gambar 21.2) pleksus myentric (myo=otot) atau pleksus dari Aurbach. Lokasinya diantara longitudinal dan melingkar otot halus lapisan dari otot. Pleksus submucosal atau pleksus meisner, ditemukan dalam submucosa. Pleksus ENS tediri dari neuron motor, interneuron dan neuron sensori (gambar 24.3). karena neuron motor dari pleksus myenteric mendapat supay longitudinal dan lapisan otot halus circular, otot plesus kebanyakan mengendalikan tractus Gastroenteritis motility (pergerakan). Partikel frekuensi dan kekuatan kontraksi dari otot. Syaraf motor pleksus submucosal suplay cell-sell secretory, mucosa pepithelium menghubungkan ke dalam syaraf sensori dari ENS suplay mucosa epithelium. Beberapa saraf sensori berfungsi sebagai chemoreceptor, reseptor aktivitas dari kehadiran dari kiimia bahan-bahan makanan yang berlokasi di lumen tractus Gastroenteritis yang lain saraf sensory fungsi reseptor bidang, reseptor-reseptor aktif melambungkan (bidang) dinding dari organ Gastroenteris.

Sistem syaraf otomatic
Gambar 24.3 organisasi sistem saraf enterik
Sistem saraf enhterik terdiri dari neuron-neuron yang di rangakai menjadi mientrik dan pleksus-pleksus submukosa
Meskipun syaraf dari ENS mempunyai fungsi secara bebas subject tersebut untuk regulasi dari syaraf parasimpatik lebih banyak bagian dari traktus Gastroenteritis dengan perkecualian dari separuh usus besar terakhir yang akan mensuplay serabut parasimpatik dari bagian sakral mendula spinalis. Syaraf parasimpatik suplay tractus Gastroentritis dari neural menghubungkan dengan ENS parasimpatic sebelum ganglion syaraf dari bagus atau pelvic splanchnic syaraf bersinaps dari parasimpatic sebelum syaraf ganglion lokasinya di otot dan pleksus submucosal beberapa dari araf parasimpatic dalam sinaps dengan syaraf dalam ENS lain secara langsung ke dalam otot halus dan kelenjar tampak dinding dari tractus Gastroenteritis sebab meningkatkan dalam Gastroenteritis sekresi dan pergerakan meningkatnya aktivitas dari saraf ENS.
Syaraf simpatic suplay dari tractus Gastroenteritis timbul dari thorac dan bawah regio lumbal dari medula spinalis. Seperti syaraf parasimpatic. Syaraf simpatik ini dari pusat sambungan dengan ENS. Syaraf simpatik sebelum ganglion syaraf lokasinya dipleksus myentric dan pleksus submucosal. Umumnya syaraf simpatik supplay tractus Gastroenteritis sebab menurun dalam Gastroentritis secresi dan pergerkan menghambat syaraf dari ENS. Emosi seperti marah, takut dan cemas pencernaan yang berlangsung lambar menstimulus syaraf sympatic mendapat suplay dari tractus Gastroentritis.

Pathway Reflek Gastrointestinal
Banyak neuron dari ENS merupakan komponen pathway reflek GI yang merupakan sekresi GI regulasi dan motility dalam respon untuk pemberian stimuli di dalam lumen dari tractus GI. Komponen inisial dari tipikal pathway reflek GI merupakan reseptor sensori (seperti kemoreseptor dan reseptor bidang) berasosiasi dengan neuron sensori dari ENS. Akson dari neuron sensori dapat bersinap dengan neuron lain yang berlokasi di ENS, CNS, atau ANS, yang memberitahukan wilayah tersebut mengandung bahan alami dan derajat bidang dari traktus GI. Neuron dari ENS, CNS, atau ANS kemudian aktif atau menghambat kelenjar GI dan otot polos, mengubah sekresi GI dan motility.
PERITONEUM
Gambar 24.4 Hubungan pita peritoneum satu sama lain ke organ-organ system pencernaan. Ukuran cavum peritoneum ( a )

Peritoneum adalah membrane serosa terbesar dari tubuh yang terdiri dari sebuah lapisan dari epithelium squamous sederhana (mesothelium) dengan Peritoneum adalah ke dalam peritoneum pareintal, yang mana garis pada dinding cavum abdominopelvis, dan peritoneum viseralis, yang korteknya terdiri dari beberapa organ di dalam cavum dan serosa tersebut (gambar 24.4a). Permukaan tipis terdiri dari cairan serosa dintara posisi pariental dan visceral dari peritenoum yang disebut cavum peritoneal. Beberapa penyakit, cavum peritoneal dapat menjadi distended oleh akumulasi dari beberapa liter cairan, kondisi tersebut disebut ascites.
Seperti yang telah kamu anda, beberapa organ palsu pada dinding abdominalis posterior dan merupakan pembungkus peritoneum hanya ada pada permukaan anterior. Seperti organ, meliputi ginjal dan pankreas yang disebut retroperitoneal (retro = belakang).
Tidak seperti pericardium dan pleura, yang dengan lembutnya melapisi jantung dan paru, peritoneum termasuk pembungkus terbesar yang tersusun dari viseralis. Pembungkus mengikat organ yang satu dengan yang lainnya dan dinding dari cavum abdominalis. Mereka juga mengandung pembuluh darah, pembuluh limfa dan syaraf mensuplai organ abdominal. Ada 5 pembungkus peritoneal mayor : omentum terbeasar, ligamentum falciform,omentum terkecil, mesenteri dan mesokolon.
1. Omentum terbesar (o-men-tum= lemak pada kulit), pembungkus peritoneal terbesar, menghiasi berakhirnya colon transversum dan coil dari usus halus seperti “lapisan lemak pinggiran” (Gambar 24.4a, d). Omentum terbesar merupakan lembaran rangkap pembungkus belakang pada bagian itu tersendiri, memberikan total 4 lapisan. Dari tambahan sepanjang perut dan duodenum, omentum terbesar memperpanjang menuruni anterior hingga usus halus, kemudian membelok dan memperpanjang menaiki atase hingga colon transversum. Omentum terbesar biasanya banyak mengandung jaringan adipose.Jaringan adiposa ini dapat meluas dengan besar seiring pertumbuhan gerak badan mengakibatkan peningkatan karakteristik ”Berbirbeli” terlihat pada beberapa orang yang berlebihan BB banyak nodus limfa dari comentum yang berlebih besar memberi kontribusi pada makropagus dan produksi dan antibodi memproduksi sel plasma yang membantu melawan infeksi dari G1 track.
2. Ligamen falsiform melekatkan hati ke bagian abdomen depan dan diafragma. Hati adalah satu-satunya orga pencernaan yang diletakkan ke dinding abdomen depan.
3. Omentum laser dibentuk sebagai dua pita didalam serosa pada lambung dan deudenum dan omentum laser ini menggantungkan lambung dan doocknum dari hati ini mengandung beberapa nodus limfa.
4. sebuah pita berbentuk seperti lerpas pada peritonium disebut mesenteri mengikatkan usus halus ke dinding abdomen bagian belakang ini memperluas atau membentang dari dinding abdomen belakang dan menutupi sekitar usus halus dan kemudian kembali kebentuk awalnya membentuk suatu struktur dengan lapisan diantara 2 lapisan ini ada pembuluh darah limfatik dan nodus limfe.
5. suatu pita di peritanium mesakolon mengakibatkan usus besar dinding abdomen bagian belakang. Ini juga membawa pembuluh darah dan pembuluh limfe ke intestinal bersama mesentri dan mesakolon memegang intestinal pada tempatnya mengijinkan pergerakan seperti kontraksi usus pada saat pencampuran dan memindahkan isi luminal sepanjang tractus digestifus.

Peritonitis
Sebab umum dari peritonitis suatu peradangan acute pada peritonium adalah kontaminasi pada peritonium yang disebabkan oleh infeksi mikroba yang dapat dihasilkan dari kecelakaan atau luka bedah pada dinding abdomen atau bentuk dari lubang atau pengikisan dari organ-organ abdominal sebagai contoh pertumbuhan bakteri memasuki cavum peritoneal lewat lubang pada intestinal atau pengikisan pada apendik. Bakteri dapat mengakibatkan acute. Bentuk penanganan dari peritonitis dapat dihasilkan dari jiplakan bersamaan dari peradangan pada permukaan peritoneal. Peritonitis di konsentrasikan kepada mereka yang jarang melakukan dialsis peritoneal yaitu sebuah prosedur yang mana peritoniumnya digunakan untuk menyaring darah ketika ginjalnya tidak berfungsi.

CHEKPOINT
1 Dimana peritonium fiseralis dan parietalis berada?
2 Jelaskan titik pelekatan dan fungsi-fungsi mesenterium, mesekolon, fasisorm, omentum minus dan mayus.

D. MULUT
Objektif tujuan
Mengidentifikasi lokasi dari kelenjar saliva dan menjelaskan fungsi-fungsi dari masing-masing sekresinya.
Menjelaskan struktur dan fungsi lidah
Mengidentfikasi bagian dari gigi dan membandingkan gigi susu dan permanen

Mulut juga digambarkan sebagai cavum oral / cavum bucal yang dibentuk dari pipi, Palatum Dorum dan mole dan lidah ( Gambar 24.5 ) pipi membentuk dinding lateral dari Cavum Oris bagian luar pipi dilapisi oleh kulit dan bagian dalamnya dilapisi oleh membran mucosa yang terdiri dari lapisan epitel squamos. Otot bucinator dan jaringan ikat berada diantara kulit dan membran mucosa pipi, bagian belakang pipi berakhir di lidah, bibir atau labia (daging pembatas) yang mengelilingi lubang mulut bibir terdiri dari otot orbicularis oris dan bagian luarnya dilapisi dengan kulit, dan bagian dalamnya dilapisi oleh membran mucosa. Lapisan bagian dalam pada setiap lidah direkatkan pada gusi, bagian tengah kita membran mucosa disebut labial frenulum. Selama mengunyah kontraksi dari otot bucinator dari pipi dan otot orbicularis oris di bibir membantu menjaga makanan tetap. Diantara gigi atas dan gigi bawah otot-otot ini juga berperan pada saat berbicara.

Vestibuli ( lubang masuk ke dalam saluran ) pada cavum oris adalah sebuah ruangan ruangan yang luarnya oleh pipi dan bibir dan pada bagian luar oleh gigi dan gusi. Cavum oris adalah suatu ruangan yang tepat berada pada gigi dan gusi vauses, yaitu muara diantara cavum oris dan paring palatum dorum bagian belakang dari langit-langit mulut dibentu oleh tulang maxilaris dan tulang palatina dan dilapisi oleh membran mucosa palatum dorum dibentuk oleh tulang diantara cavum oris dan Nasal, palatum mole yang membentuk bagian belakang langit-langit mulut yaitu suatu jaringan muskuler yang membentuk melengkung diantara orafaring dan nasafaring yang dilapisi oleh membran mucosa suatu prosesus otot yang menggantung pada batas palatum mole disebut ovula ( ovula : Glape anggur kecil) selama manelan palatum mole dan ovula bergerak ke atas menutup nasofaring dan mencegah masuknya makanan dan minuman yang ditelan ke kafum nasi. Sisi lateral ke dasar ovula adalah dua pita otot yang berada di sisi lateral palatum mole dibagian depannya yaitu arcupalato glasal yang berada pada sisi basal lidah bagian belakangnya yaitu arcus palato paringeal berada disisi faring tonsila palatina berada diantara arcus dan tonsila palatina dan terletak dilidah bagian basal.

Gambar 24.5 Struktur Mulut (Cavum Oris)
Kelenjar ludah
Kelenjar kudah adalah suatu kelenjar yang melepaskan sekresi yang di sebut saliva kedalam cavum oris .Umumnya saliva yang di sekresikan cukup untuk menjaga membrane mukosa mulut dan pharynk tetap lembab dan untuk membersihkan gigi dan mulut.Ketika makanan masuk kedalam mulut maka sekresi saliva meningkat dan saliva melumasi,melarutkan dan memulai pencernaan kimiawi makanan.
Membrana mokusa di mulut dan lidah mengandung banyak kelenjar saliva yang kecil yang mambuka secara langsung dan tidak langsung lewat saluran yang pendek ke cavum oris. Kelenjar-kelenjkar ini adalah kelenjar labial, kelenjar bucal dan kelenjar palatal di bibir , pip dan langit –langit mulut dam kelenjar lingual di lidah semua kelejar itu hanya berkontrei busi kecil terhadap saliva .
Bagaimanapun juga sebagian besar saliva di hasilkan oleh kelenjar- kelenjar saliva utama yang berada ddi atas mukosa oris kedalam saluran yang menuju ke cavum oris .Ada tiga pasang kelenjar-kelenjar saliva yang utama yaitu kelenjar parotid,kelenjar submandibular dan kelenjat sublingual ( gambar 24.6a ).Kelenjar parotid ( par= dekat,ot = telingga ) berlokasi di bawah dan di depan telinga, di antara kulit dan otot maseter. Setiap kelenjar mensekresikan saliva ke cavum oris melalui sebuah ductus parotis yang menembus otot bucinator dan bermuara berhadapan dengan gigi geraham atas kedua. Kelenjar- kelenjar submandibular berada di dasar mulut,kelenjar-kelenjar submandibular berada di tengah dan sebagian di bawah tubuh tulang manibular.Duvtus kelenjar submandibular berada di setiap sisi garis tengah dasar mulut dan masuk kke cavum oris tepat di sisi lateral frenulum lingualis.Kelenjar-kelenjar sublingual berada di bawah lidah dan dia atas kelenjar-kelenjar submandibular. Saluran dari kelenjar-kelenjar sublingual ini adalah ductus sublinguala minor.



Kandungan dan fungsi saliva
Secara kimiawi saliva adalah 99,5% air dan 0,5 % adalah larutan. Diantara larutan adalah ion-ion,termasuk Natrium, Kalium, Klorida, Bikarbinat dan phospat.Juga ada beberapa gas-gass terlarut dan beberapa zat-zat organic termasuk urea dan asam urat ,mucus dan immunoglobulin A, Anzim lysozyme dan amylase saliva, yaitu suatu enzim yang bekerja/bereaksi pada tepung.
Tidak semua kelenjar-kelenjar saliva mengahasikan saliva dengan kandungan yang sama. Kelenjar-kelenjar parotis mensekresi cairan yang encer tang mengandung amylase saliva.Karena kaelenjar- kelenjar submandibular terdiri dari sel-sel yang sama seperti yang ada di kelenjar- kelenjar parotis, ditambah beberapa sel-sel mukosa,kelenjar- kelenjar submandibular ini mensekresi cairan yang mengandung amylase tetepi lebih dikentalkan dengan mucus.Klenjar- kelenjar sublingual hamper seluruhnya terdiri dari sel-sel mucus, jadi kelenjar- kelenjar sublingual ini mensekresikan cairan yang jauh lebih kental yang hanya berkontribusi kecil pada amylase saliva.
Air dalam saliva menyediakan tempat untuk melarutkan makanan jadi makanan dapoat dirasakan dengan reseptor-reseptor gustatorius dan maka reaksi-reaksi pencernaan dapat di mulai.Ion-ion klorida dalam saliva mengaktifkan amylase ( pH 6,35-6,85 ).Kelenjar- kelenjar saliva ( sama seperti kelenjar keringat dikulit ) memebantu membuang molekul-molekul yang tidak berguna dari tubuh,dengan jumlah yang ada untuk urea dan asam urat .Mukus melumasi makanan jadi makanan dapat di gerakan dengan mudah di sekitar mulut,di bentuk seperti bola kemudian di telan. Imunoglobulin A mecegah masuknya mikroba jadi mikroba tidak bisa menekan/menyerang epitel dan aenzim lisozyme membunu8h bakteri-bajteri,bagaimanapun juga zat-zat ini tidak ada dalm jumlah yang cukup banyak untuk mengeliminasi semua bakteri-bakteri oris.

Salivasi
Proses mensekresikan saliva atau salviasi dikendalikan oleh system syaraf otonom. Jumlah saliva yang di sekresikan tiap hari beragam tetepi rata-ratanya sekitar 1000-1500 ml.Secara normal stimulus parasimpatis menyedikan sekresi saliva secara terus-menerus dalam jumlah yang cukup yang menjaga membrane mukosa tetap lembab dan melumasi pergeraklan lidah dan bibir selama berbicara.Saliva kemudian ditelan dan membantu melembabkan esophagus.Akhirnya segaian besar komponen saliva diserap kembali untuk mencegah kehilangan cairan. Stimulus parasimpatis mendominasi selama stess mengakibatkan sensasi kering di mulut.Jika tubuh dehidrasi kelenjar- kelenjar saliva berhenti mensekresi saliva untuk menjaga air, yang mengahsilkan rasa kering di mulut dan menimbulkan sensasi haus. Minum tidak hanya mengembalikan homeostasis tubuh tapi juga melembabkan mulut.

Gambar 24.6 tiga kelenjar utama saliva , parotis, sublingual dan submandibular, krlrnjar subamandibular ditunjuakan dalam mikroskop cahaya ( b ) terdiri dari hamper seluruhnya dari seroasa acini dan sebagian kecil terdiri dari mucus acini ; kelenjar parotis hanya terdiri dari serosa acini saja; dan kelenjar sub lingual sebagian besar terdiri dari mucus acini dan sebagian kecil terdiri dari serosa acini, ( lihat Tortora A Photographic Atlas of Human the Body,Second Edition, Gambar 12.6A )
KEY : Saliva melumasi dan melarutkan makanan dan mengawali pemecahan secara k imia dari karbohidrat dan lemak




Rasa makanan juga merupakan stimulator yang kuat dari sekresi kelenjar-kelenjar saliva zat- zat kimia dalam makanan merangsang resepto-reseptor di dalam taste bud dan implusedibawa dari nodus perasa ke dua nuclei perasa di batang otak ( atas dan bawah )Serabut saraf ke VII facial dan ke IX glosopharyngeal mengembalikan impulse yang merangsang sekresi saliva. Saliva tetap disekresikan dengan kuat satelah makanan ditelan aliran saliva ini membersihklan mulut dan melemahkan dan menyeimbangakan sisa-sisa dari bahan kmia yang mengiritasi seperti penuh rasa ( tapi pedas ).Bau,tampilan,suara dan pemikiran tentang makanan juga merangsang sekresi saliva.
Mumps
Meskipun beberapa kelenjar-kelenjar saliva dapat menjadi sasaran infeksi nasopharyngeal yaitu virus mumps ( paramyxovirus )khususnya menyerang kelenjar-kelenjar parotis.Mumps adalah peradangan dan pembesaran kelenjara parotis yang di sertai dengan demam sedang,malaise ( gangue ketidaknyamanan umum ) dan rasa yang sangat sakit di kerongkongan,terutama ketuka menelan makanan yang asam atau jus yang bersifat asam.Tempat bengakak dapat terjadi di satu sisi ataupun dua sisi wajah, hanya di depan ramus mandibula. Sekitar 30 % pria setelah masa pubertas,testesnya juga dapat terinflamasi,jarang nya menjaga kesterilan juga menjadi penyebabnya,kar4ena peradangan pada testes ini biasanya unilateral (hanya 1 testes saja). Sejak tersedianya vaksin untuk mumps pada tahun 1967 kejadian dari penyakit ini telah menurun sedcara dramatis.
Lidah
Lidah adalah organ pencernaan tambahan yang tersusun oleh otot-otot skelet yang dilapisi oleh membrane mukosa.Bersama dengan ini memebentuk dasar mulut rongga oris .Lidah dibagi menjadi bagian simetris oleh septum media yang membujur di lidah dan melekat ke bawah tulang hyoid, prosesus styloid pada tulang temporalis dan mandibula. Setiap sisi bagian dari lidah mengtandung suatu komplemen identical di bagian luar dan bagian dalam otot.
Otot-otot bagian luar lidah yang berasal dari bagian luar lidah ( menyatu ke tulang pada area lidah )dan masuk ke jaringan ikat pada lidah , yaitu termasuk otot hyogiosus, otot genioglosus dan otot styloglosus. Otot-otot luar ldah menggerakan lidah dari sisi ke sisi untuk maneuver mungunyah makanan, membentuk makanan menjadi masa yang bulat dan mendorong makanan ke bagian belakang mulut untuk di telan. Otot-otot luar lidah juga membentuk bagian dasar mulut dan menyangga lidah untuk tetap pada tempatnya.Otot-otot bagian dalam lidah yang berasal dari dalam dan masuk ke jaringan ikat kedalam lidah.Otot-otot bagian dalam ini mengatur bentuk dan ukuran dari lidah untuk berbicara dan menelan makanan. Otot-otot bagian luar meliputi otot longitudinal atas, otot longitudinall bawah, otot tranversus lingualis dan otot vertical lingualis. Frenulum lingualis adalah pita membrane mukosa di garis tengah pada permukaan bagian bawah lidah,frenulum melekat ke bagian dasar mulut dan membantu membatasi pergerakan lidah dari bawah. Jika seseorang memiliki frenulum lingualis yang tidak normal terlalu pendek atau terlalu kaku merupakan suatu keadaan yang di sebut ankyloglossia orang itu dikatakan lidah tertidur,yang mengakibatkan kesulitan untuk berbicara .
Bagian permukaan dorsal dan lateral lidah dilapisi oleh papilla-papilla , suatu gambaran dari lamina propria yang dilapisi oleh epitel kreatinin.Papilla banyak mengandung nodus perasa,yaitu reseptor-reseptor gustatioris.Sebagian papilla tidak mempunyai nodus perasa tetapi mengandung reseptor sentuhan dan meningkatkan pelekatan di antara lidah dan makanan,membuat lodah lebih mudah untuk menggerakan makanan di cavum oris . Tipe-tipe yang berbeda dari nodus pengecapan di jelaskian lebih detil di bab 17. Kelenjar-kelenjar linguinalis di lamina propria mensekresikan mucus dan cairan serosa yang encer yang mengandung enzim lingual lipase yang bereaksi pada trigliserida.

Gigi
Gambar 24.7 sebuah gigi dan struktur yang mengelilinginya
Key . gigi di dimalekatkan pada lubang di prosesus mandibula dan maksila




Gigi atau dent adalah organ pencernaan tambahan yang berlokasi di prosesus alveolar di tulang mandibula dan tulang maksilaris.Prosesus alveolar dilapisi oleh gingivae atau gusi yang meneybar secara tipis ke stiap lubang aka gigi .Lubang di lapisi ligament periodontal atau membrane yang tersusun oleh jaringan ikat fibrosa yang melekatkan gigi ke lubang gigi.
Umum nya gigi mempunyai tiga region luar yang utama.Dentin tersusun oleh jaringan ikat yang mengandung kalsium yang memebri bentuk umum gigi dan kekuatan gigi.Dentin lebih kuat daripada tulang karena dentin mengandung garam kalsium yang lebih banyak ( 70 % dari berat bersh detin )
Dentin pada mahkota gigi dilapisi dilapisi oleh enamel,yang terdiri dari kalsium phosphate dan kalsium karbonat.Enamel juga lebih kuat daripada tulang karena kandungan garam kalsiumnya yang lebih tiinggi ( sekitar 95% dari berat bersih enamel ). Pada kenyataannya enamel adalah zat terkeras dalam tubuh.Enamel memberikan perlindungan kepada gigi pada saat pemakaian gigi dan pada saat mengunyah makanan. Enamel juga melindungi gigi dari keasaman yang dengan mudah dapat melarutkan gigi. Dentin di akar gigi dilapis oleh cementum, yaitu zat lain yang seperti tulang yang melekatkan gigi ke ligament periodontal.
Dentin di gigi membentuk suatu ruang. Bagian perlebaran sebuah ruangan,yaitu cavum pulpa,berda di dalam mahkota dan di isi dengan pulpa , yaitu suatu jaringan ikat yang mengandung pembuluh darah. Suatu penambahan yang panjang pada cavum pulpa, yaitu canal / saluran gigi yanmg melewati akar gigi.Setiap canal gigi yang bermuara di dasar gigi yaitu foramen apicalis yang dilalui oleh pembuluh darah, pembuluh limfe dan perpanjangan serabut saraf.

Root Canal Terapi
Root canal terapi adalah prosedur berbagai lagkah yag mana semua jaringan pulpa dihilagkan dari cavum pulpa dan canal gigi dari gigi yang rusak. Setelah lubang dibuat di gigi canal gigi diisi dan aliri untuk menghilangkan bakteri. Kemudian canal ini diperlakukan dengan mediksi dan kemudian ditutup dengan kuat.Mahkota gigi yang rusak kemudian diperbaiki.
Cabang Dari ilmu mengenai gigi yang berkonsentarsi pada pencegahan, diagnosis dan penanganan penyakit yang berkaitan dengan pulpa, akar ligament sekitar gigi dan tulang alveolar dikenali sebagai Endodontics.Orthodontics cabang dari ilmu tentang gigi yang berkonsentarasi pada pencegahan dan perbaikan gigi yang tidak normal. Periodontics adalah cabang ilmu tentang gigi yang berkonsentrasi pada penanganan keadaan-keadaan yang tidak normal dari jaringan yang berada di sektar gigi, seperti gingivitis ( penyakit gusi )
Manusia memiliki 2 macam gigi ,atau set gigi yaitu gigi decidous dan gigi permanen.Gigi yang pertama yaitu gigi decidous ( decidu = lepas ) juga desebut sebagai gigi primer,gigi susu,gigi bayi,gigi ini mulai muncul pada usia sekitar 6 bulan dan kira-kira tiap bulan tumbuh dua gigi sampai 20 giginya muncul ( gambar 20.8a ) .Gigi seri yang melekat di garis tengah berbentuk seperti chisel yang di adaptassikan untuk memotong makanan.Gigi seri ini digambarkan ke tengah atau samping berdasarkan posisinya. Setelah gigi seri,berpindah ke belakang yaoti Cuspid ( taring ) .Taring digunakan untuk mencabik dan mengoyak makanan. Gigi seri dan gigi taring hanya mempunyai satu akar gigi saja. Disebelah belakang gigi taring adalah gigi geraham pertama dan gigi geraham kedua yang memiliki empat cuspid ( seperti telinga ). Gigi geraham atas memiliki tga akar yang melekat pada tulang maksilari dan gigi gerham bawah memiliki dua akar yang melekat pada tulang mandibula. Gigi geraham menghancurkan dan menghaluskan makanan agar makan siap untuk ditelan.
Semua gigi decidous akan hilang atau lepas pada usia 6 sampai 12 tahun dan akan digantikan dengan gigi permanen ( gambar 24.8b ). Gigi pemanen terdiri dari 32 gigi yang tumbuh diantara usia 6 tahun sampai dewasa. Pola penggantian gigi susu dengan penegcualian sebagai berikut,gigi susu geraham digantikan dengan gigi premolar pertama dan premolar kedua, yang mempunyai dua cuspid dan satu akar ( untuk gigi premolar atasa yang pertama memiliki dua cuspid dan dua akar ) dan digunakan untuk menghancurkan dan menghaluskan makanan.Gigi geraham permanen yang tumbuh di mulut bagian belakang tidak menggantikan gigi susu dan tumbuh seperti pertumbuhan gigi untuk mengakomodasi gigi geraham,gigi geraham yang pertama tumbuh pada usia sekitar 6 tahun dan gigi gerham yang kedua tumbuh pada usia sekitar 12 tahun sedangkan gigi gerham yang ketiga ( gigi kebijaksanaan ) tumbuh pada usia di atas 17 tahun.
Terkadang gigi manusia tidak memiliki tempat yang cukup di belakang gigi gerham yang kedua untuk mengakomodasi pertumbuhan gigi gerham yang ketiga. Pada kasus ini gigi geraham yang ketiga melekat pada tulang alveolar yang tersisa dan dikatakan menginvasi ( mendesak gigi geraham yang ke 2 ). Gigi geraham yang kertiga kadang-kadang mengakibatkan dan nyeri dan harus dicabut. Pada beberpa orang gigi
geraham ketiganya mengalami pengecilan dan bahakan tidak tumbuh sama sekali.

Pencernaan Secara Mekanik Dan Kimia Di Mulut
Pencernaan secara mekanik dimulut dihasilkan dari proses mengunyah atau mastikasi,yaitu proses dimana makanan di manipulasi oleh lidah,dihaluskan dengan gigi,dan dicampur denngan saliva.Sebagai hasilnya makanan direduksi menjadi lebih lembut,fleksibel dan menjadi massa yang lebih mudah ditelan yang di sebut bolus. Molekul-moloekul makanan mulai dilarutkan dalam air di saliva,yaitu sebuah aktivitas yang sangat penting karena enzim-enzim hanya dapat bereaksi dengan molekul-molekul makanan jika dalam medium air.
Dua enzim yaitu amliase saliva dan lipase lingual lipase berkonteribusu pada pencernaan secara kimia di mulut. Amilase saliva yang di sekresi oleh kelenjarr-kelenjar saliva mengawali pemecahan tepung. Karbohidarat adalah monosacarida dan disakarida,atau polisakarida yang lebih komplek seperti tepung. Hampir seluruh karbohidrat yang kita makan adalah tepung, tapi hanya monosakarida yang dapat diserap ke aliran darah. Maka disakarida dan tepung yang di cerna harus di pecah menjadi monosakarida. Fungsi dari amylase saliva adalah untuk memulai proses pencernaan dengan memecah tepung menjadi molekul yang lebih kecil sepertimaltosa disakarida,maltorise trisacarida dan gula dengtan rantai pendek yang disebut α-dektrin.Wlaupun biasanya makanan di telan dengan terlalu cepat untuuk semua zat tepung di cerna di dalam mulut, amylase saliva yang di telan bersama-sama dengan makanan terus bereaksi pada tepeng untuk sekitarv satu jam,yaitu pada waktu asam lambung masih belum aktiv. Saliva jugan mengandung lipase lingualis yang di sekresi oleh kelenjar-kelenjar lingualis di lidah.Enzim ini mengaktivkan keasaman pada lambung dan maka mu;lai bekerja setelah makanan di telan. Ini memecah triglliseridamenjadi asam lemak dan digliserida .Satu digliserida mengandung satu molekul yang dilekatkan ke dua asam lemak.

CHEKPOINT
11. Apa struktur dari mulut ( cavum oris )
12. Bagaimana kelenjar saliva utama di bedakan berdasarkan lokasinya ?
13. Apa fungsi dari gigi seri ,taring dan geraham ?
Gambar 24.8 gigi dan waktu tumbuhnya gigi. Gigi susu atau gigi primer secara unik di kenali setiap gigi. Gigi susu mulai tumbuh pada usia 6 bulan, umumnya tumbuh 2 gigi setiap bulannnya sampai ke 20 giginya tumbuh ( lihat tortora A Phatographic Atlas of Human Body,Second Edition ,Gambar 12.7 )


TABEL 24.1 Ringkasan Pencernaan Dan Aktivitas Dalam Mulut

Struktur
Aktivitas
Hasil
Pipi dan bibir
Menjaga makanan di antara gigi
Makanan di kunyah selama mastikasi
Kelenjar ludah
Mensekresi saliva
Menjaga kelembaban dan melumasi mulut dan pharynk. Saliva melembutkan, melembabkan dan melarutkan makanan serta membersihkan gigi dan mulut. Amylase saliva memecah tepung menjadi bagian yang lebih kecil
Lidah
· Otot luar lidah




· Otot dalam lidah

· Nodus perasa




· Kelenjar lingual



Mengerakan lidah dari sisi ke sisi dan ke luar dank kedalam


Membentuk lidah

Berperan sebagai reseptor gustationyang ada untuk makanan didalam mulut.


Mensekresi lingual lipase

Menggerakan makanan selama matikasi , membentuk makanan menjadi bolus dan maggerakan untuk menelan
Berbicara dan menelan

Mensimulasi sekresi saliva dengan impuls sarafdari nodus perasa ke nucleus saliva di batang otak untuk kelenjar saliva
Trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan digliserida.
Gigi
Memotong, mencabik dan menghaluskan makanan.
Makanan yang solid di reduksi menjadi partikel-partikel yang lebih kecil untuk di telan.


E. PHARYNK
Ketika pertama kali makanan ditelan,makanan melewati mulut masuk ke pharink ( kerongkongan ) yaitu berbentuk seperti pipa yang membujur dari nares dalam sampai esophagus di bagian belakang dan di bagian depan ke laring. Pharyng terdiri dari otot skelet dan dilapsi oleh membrane mokusa dan pharing dibagi menjadi tiga bagian yaitu nasopharynk,laryngopharynk danh oropharynk.Fungsi dari nasopharynk hanya unyuk respirasi tapi oropharynk dan laryngopharynk memiliki fungsi pencernaan yang sama baiknya dengan fungsi pernafasannya. Makanan yang ditelan dariu mulut melewati oropharynk dan laryngopharynk,kontraksi otot –otot ini membantu mendorong makanan ke esophagus kemudian ke lambung.
CHEKPOINT
14. Pharynk termasuk dalam 2 sistem organ,sebutkan !

F. ESOPHAGUS
TUJUAN
Menjelaskan lokasi, anatomi ,histology dan fungsi dari esophagus.

Esophagus adalah puipa otot yang dapat mengempis panjangnyua sekitar 25 cm, yang berada di beklakang trakea. Esophahus berawal dari bagian belakang ahir dari laryngiopharynk dan melewati mediastum anterior ke bagian columna vetebralis. Kemudian menembus diaphragma melalui sebuah muara yang disebut hiatrus esophagus, dan berakhir dibagian atas lambung. Kadang-kadang bagian atas lambung naik ke atas diaphragma mal alui hiatus esophagus, keadaan seperti ini dikaenal sebagai hiatus hernia.

Histologi Esophagus
Membran Mokusa di esophagus terdiri dari lapiasan epitel squamosa nonkretinin ,lamina propria ( suatu jaringan ikat areolar )dan muskularis mukosa ( otot polos ) ( gambar 24.9 ).Lapisan mukosa esophagus yang berada di dekat lambung juga mengandung kelenjar-kelenjar makosa.Lapiasan epitel squamosa di asosiasikan dengan bibir,lidah ,mulut, oropharynk, laryngopharynk dan esophagus yang dapat memberikan perlindungan melawan pengikisan dan goresan dari partikel makanan yang dikunuay,dicampur dengan sekresi dan ditelan..Sbmukosa terdiri dari jaringan ikat areolar, pembuluh darah dan kelenjar makosa. Muskularis adalah bagian ketyiga teratas dari esophagus adalah otot skelet, bagian tengah ketiga adalah otot skelet dan otot polos, bagian bawah ketiga adalah otot polos . Pada setiap ujung esophagus muskularisnya menjadi lebih ramping dan membentuk dua sphincter yaitu sphincter esophagus atas yang terdiri dari otot skelet, dan sphincter esophagus bawah yang terdiri dari otot polos. Sphincter esophagus atas mengatur pergerakan makanan dari pharynk ke esophagus dan sphincter esophagus bawah mengatur pergerkanan makanan dari esophagus ke lambung .Lapisan superficial dari esophagus dikenali sebagai adventia lebih dari serosa karena jaringan ikat areolar pada lapisan ini tidak dilapisi mesothelium dank arena jaringan ikat ini bergabung dengan jarinagn ikta yang mengelilingi struktur mediastum .Adventia melekatkan esophagus ke struktur di sekitarnya

Fisiologi esophagus
Esophagus mensekresi mucus dan membawa makanan ke lambung. Esophagus tidak
memproduksi enzim pencernaan dan tidak meneruskan penyerapan

Gambar 24.9 Histologi Esofagus













CHEKPOINT
15. Jelaskan lokasi dan histologi esophagus. Dan apa peranan esophagus dalam pencernaan ?
16. Apa fungsi dari sphincter esophagus atas dan bawah?

Deglutisio
TUJUAN
Menjelaskan 3 tahap dalam proses menelan ( deglutisio )

Pergerakan makanan dari mulut ke lambung dengan menelan makanan atau deglutisi ( gambar 24.10 ) Deglutisi difasilitasi dengan saliva dan mucus serta melibatkan mulut,pharynk dan esophagus .Proses menelan terjadi dalam tiga tahap yaitu :

1. Tahap yang disadari
Yang mana bolus masuk ke oropharynk
2. Tahap pharyngeal
Tahap yang tidak disadari dimana bolus menuju esophagus melalui pharynk
3. Tahap esophageal
Tahap yang tidak desadari dimana bolus menuju lambung melalui esophagus
Proses menelan diawali ketika bolus didorong ke belakang cavum oris dan masuk ke oropharynk dengan pergerakan ke atas dan ke belakang lidah ini dinamakan tahap tahap menelan yang disadari. Dengan masuk nya massa bolus ke oropharynk maka tahap paharyngeal yang tidak disadari di mulai ( gambar 24.10b ).Bolus merangsang reseptor-reseptor di oropharynk yang mengirim impuls ke pusat deglutisi di medulla oblongata dan pons di batang otak,impus dari medula dan pusat deglutisi menyebakan palate dan uvula bergerak ke atas untuk menutup nasopharynk yang mencegah masuknya makanan dan air yang ditelan ke cavum nasi. Selanjtnya epiglois menutup lubang larynk yang mencegah masuknya bolus ke traktus respirasi . Bolus bergerak melalui oropharynk dan laryngopharynk . Saat sphincter esophagus atas relaksasi bolus masuk ke esophagus.
Tahap esophageal diawalai keitika bolus masuk kedalam esophagus. Selama tahap ini , peristaltis yaitu suatu proses kontraksi dan relaksasi yang terkoordinasi dari lapisan otot longitudinal dan sirkularis yang menekan bolus kearah bawah ( gambar 24.10c ) ( peristaltis terjadi di struktur tubuler yang lain ,termasuk dibagian lain pada GI tract dan urether,kandung empedu, tuba uterine ; di esophagus gerakan peristaltis ini di kendalikan oleh medulla oblongata ). Pada sesi ini esophagus berada di atas bolus,otot –otot sirkularis berkontraksi,kontraksi diding esophagus dan menkan bolus kearah lambung.Pada saat yang bersamaan otot-otot longitudinal pada bagian bawah dari bolus juga berkontraksi yang memperpendek bagian bawah ini dan menekan dinding esp\ophagus kearah luar jadi esophagus dapat menerima bolus. Kontraksi yang diulangi dalam bentuk gelombang menekan makanan kea rah lambung. Sesampainya bolus di ujung esophagus,sphincter esophagus bawah relaksasi dan bolus masuk kedalam lambung.Mukus disekresikan oleh kelenjar esophagus yang melumasi bolus dan mengurangi gesekan . Bentuk makanan yang solid dan semi solid memerlukan waktu 4 sampai 8 detik dari mulut ke lambung,makanan yang sangat lembut dan cairan memerlukan waktu 1 deti dari mulut ke lambung.
Gambar 24.10 .Menelan . selama tahap pharyngeal ( b) lidah naik ke palatum, nasopharynk tertutup ,larynk naik dan epiglottis menutup larynk kemudian bolus masuk melalui esophagus. Selama tahap menelan esophageal ( c ) , makanan bergerak melewati esophagus ke dalam lambung dengan gerakan peristaltis.
Key : Deglutisi adalah mekanisme yang memindahkan atau menggerkan makanan dari mulut ke lambung

( a ) posisi struktur sebelum menelan. ( b ) selama tahap pharyngeal.
Penyakit reflux Gastroesophageal
Jika sphincter esophagus bawah gagal untuk menutup secara adekuat setelah makanan masuk kedalam lambung, isi lambung dapat kembali ke atas ke bagin dalam esophagus. Keadaan seperti ini di kenali sebagai penyakit reflux gastroesophageal (GERD ). Asam hydrochloric (HCL)dari isi lambung dapat mengiritasi dinding esophagus yang mengakibatkan sensasi seperti terbakaryang di sebut juga sebagai heart burn karena ini dirasakan di daerah yang sangat dekat dengan jantung,ini tidak di kaitkan dengan penyakit jatung. Meminum aklohol dan merokok dapat mengakibatkan sphincter relaksasi dan memperburuk masalah / keadaan. Tanda-tanda dari GERD kadang-kadang dapat dikendalikan dengan menghindari makanan yang dengan kuat menrangsang sekresi HCL(Kopi,coklat,tomat,makanan berlemak,jus jeruk,dll)
TABLE 24.2 Ringkasan Aktivitas Pemcernaan Di Pharynk Dan Esophagus
Struktur
Aktivitas
Hasil
pharynk
Tahap pharyngeal pada deglutisi
Memindahkan bolus dari oropharynk ke laryngopharynk dan kemudian ke esophagus , menutup jalan udara.
esophagus
Relaksasi sphichter esophagus atas

Thap deglutisi esophageal
Relaksasi sphincter esophageal bawah
Sekresi mukus
Mengijinkan masuknya bolus dari laryngopharynkke esophagus
Menekan bolus
Mengijinkan masuknya bolus ke lambung
Melumasi esophagus untuk bolus
. Strategi mengurangi keasaman termasuk minum bloker histamine -2(H2)seperti tagametHB,atau pepcid AC 30 sampai 60 menit sebelum makan untuk memblok asam dan menetralkan asam yang telah di sekresikan,dengan antasid seperti tums atau Maalox. Gejala-gejala sepertinya kurang terjadi jika makanan dimakan dalam jumlah yang sedikitdan jika orang tersebut tidak berbaring secara cepat setelah makan GERD mungkin juga di hubungkan dengan kanker esophagus.

CHEKPOINT
17. Apa arti dari deglutisio ?
18. Apa yang terjadi selam tahap volunteer dan tahap pharyngeal pada saat menelan ?
19. Apakah peristalsis mendorong atau menarik makanan sepanjang traktus gastrointestinal ?


G. LAMBUNG
Sasaran
Lokasi,anatomi ilmu jaringan tubuh, dan fungsi lambung

Lambung adalah suatu organ berbentuk seperti J pelebaran dari bidang GI secara langsung posisi lebih rendah dari diafragma di dalam epigastric,umbilical,dan daerah hypocondria kiri abdomen. Lambung menghubungkan kerongkongan itu dengan duodenum bagian pertama dari usus halus, karena suatu makanan dapat dimakan sangat lebih cepat dibanding dengan usus halus dapat mencerna dan menyerap maka salah satu fungsi lambung itu untuk bertindak sebagai suatu ruang campur dan memegang penampungan pada interval yang sesuai setelah makanan dimasukan, lambung mendorong sejumlah kecil material kedalam bagian yang pertama dari usus halus. Posisi dari ukuran dari lambung bertukar secara terus menerus . Diafragma mendorongnya secara lebih rendah dengan masing-masing inhalasi dan menarik ini keatas dengan setiap eghalasi. Kosong kira-kira sekitar ukuran dari suatu sosis yang besar hanya kebanyakan diregangkan bagian dari bidang GI dan dapat mengkomodasi sejumlah besar makanan. Di dalam lambung pencernaan amilum dilanjutkan, pencernaan proten-protein dan triglycerides mulai dan bolus dikonversi menjadi suatu cairan, dan unsure pokok tertentu diserap.

Anatomi dari Lambung
Lambung mempunyai empat daerah utama: Cardia, Fundus, body dan pylorus. Cardia mengelilingi atas pada lambung yang membagi bentuk keatas dan kesamping kiri pada cardia adalah fundus, bagia rendah dari fundus itu adalah bagian besar pusat lambung disebut body. Daerah lambung yang menghubungkan lambung ke dua denum adalah pylorus. Pylorus memiliki dua bagian antrum pyloric yang menghubungkan ke tubuh dan lambung, dan saluran yang pyloric yang mana keduodenum. Ketika lambung kosong mukosa berada di dalam pita besar yang disebut rugae yang dapat dilihat dengan mata yang tanpa bantuan. Pylorus berkomunikasi dengan duodenum dari usus halus melalui suatu sphineter disebut sphingter pyloric perbatasan cekungan ditengah dari lambung disebut lesser curvate dan batas lateral convec disebut greater curvature
Pylorospam dan pyloric
Dua kelainan Sphineter yang phyloric dapat terjadi di dalam infant. Dipylorospasm serabut-serabut otot dari kegagalan sphineter untuk relax secara normal, maka makanan tidak lewat dengan mudah dari lambung ke usus halus , lambung menjadi sangat penuh dan infant seringkali memuntahkan untuk membebaskan tekanan. Pylorospasm memerlukan obat bahwa untuk relax serabut-serabut otot dari spinet yang pyloric bahwa harus dikoreksi secara berhubungan dengan pembedahan. Tanda gejala adalah proyektil vomiting itu menyemprotkan muntahan cairan beberapa jarak dari bayi.
Ilmu Jaringan Tubuh dan Lambung
Dinding lambung terdiri atas empat bagian lapisan yang dasarnya seperti bidang GI , dengan modifikasi tertentu. Permukaan dari mukosa itu adalah suatu lapisan dari kolumnar yang sederhana sel-sel ephithelia berhubungan sel-sel lendir permukaan. Mukosa berisi suatu lamina propia (oreolar jaringan ikat) dan suatu muscularis muscosae (otot polos). Sel-sel ephithelia meluas kedalam lamina propria, dimana mereka membentuk kolom-kolom dari kelenjar lambung yang disebut sel sekretari, garis banyak saluran yang sempit disebut gastric pits. Pengeluaran dari beberapa kelenjar lambung mengalir ke dalam masing-masing gastricpit dan lalu kedalam lumen dan lambung.





Anatomi Luar dan Dalam dari lambung

Kelenjar lambung berisi tiga dari sel-sel kelenjar eksokrin yg mengeluarkan produk-produk mereka ke dalam lumen. Sel leher mukosa ,sel utama, dan chells dinding badan.kedua sel-sel lendir mucus berpelukan sekreta sel-sel mocus parietal sel-sel hakiki (yang diperlukan untuk menyimpan vitamin B 12) dan asam hydrochloric. Sel utama mengaluarkan pepsinogen dan limpase lambung. Penge;luaran dari mucus,parietal, dan sel utama membentuk getah lambung, jumlah keseluruhan 2000-3000 mL ( dengan perkiraan 2-3 qt) perhari. Sebagai tambahan kelenjar lambung termasuk suatu jenis dari sel enteroendrocine, sel G, yang ditempatkan sebagaian besar di dalam antrum yang pyloric dan mengeluarkan hormone gastrin ke dalam aliran darah., seperti kita akan lihat segera, hormone ini merangsang beberapa aspek dari aktivitas yang berhubungan dengan lsmbung.
Tiga lapisan tambahan berada di dalam mukosa, submukosa di lambung itu sendiri, terdiri/tersusun atas jaringan ikat. Muscularis mempunyai tiga lapisan dari otot polos (disbanding kedua yang ditemukan di dalam yang kecil dan usus besar). Suatu lapisan membujur yang luar, suatu lapisan pertengahan lingkaran, dan suatu lapisan miring bagian dalam. Lapisan yang miring dibatasi terutama pada tubuh dilambung. Serosa itu terdiri atas ephithelium bersisik sederhana (mesotalium) dan jaringan ikat areolar bagian pelindung serosa, lambung menjadi bagian dari peritoneum yang mendalam dilengkungan yang lebih sedikit dari lambung, selaput lambung yang mendalam meluas menarik pada hati seperti omentum kecil. Dilengkungan yang lebih besar dari lambung. Selaput lambung yang mendalam melanjutkan mengarah kebawah seperti semakin besar omentum dan terusan di atas isi perut.

Pencernaan mekanik dan kimia di dalam Lambung
Beberapa menit setelah makan masuk ke lambung, gentle, rippling, gerakan peristaltic mulai di dalam lambung 15-25 detik. Maves ini menyamakan makanan itu dengan campuran pengeluaran kelenjar lambung, dan menguranginya pada suatu cairan lambug yang disebut cairan chyme (KIM=juice). Sedikit beberapa pencampuran moves diamatai di dalam fundus.primoryli yang mempunyai fungsi stronge Ketika pencernaan melanjutkan di dalam lambung , pencampurn lebih bertenaga mulai dari tubuh dari lambung dan memperhebat ketika mereka menjangkau lubang antara lambung dan usus. Spinet yang pyloric secara normal tertinggal tetapi hampir tidak dengan tertutup sepenuhnya. Ketika makanan menjangkau lubang antara lambung dan usus., masing-masing pencampuran melambaikan pada waktu tertentu angkatan sekitar 3 ml dari cairan lambung ke dalam duodenum melalui spinet yang pyloric suatu peristiwa yang dikenal sebagai pengosongan lambung. Kebanyakan dari cairan lambung itu dipaksa mundur kedalam tubuh dari dalam lambung , dimana pencampuran dilanjutkan. Gelombong berikut mendorong cairan lambung maju lagi, kembal; dan angkatan suatu yang kecil lebih kedalam duodenum. Ini maju mundur bergeraknya isi lambung bertanggung jawab atas kebanyakan pencampuran di dalam lambung.
Gambar 24.12 Histologi Lambung

Makanan-makanan boleh tetap (sebagai) di dalam fundus untuk sekitar satu jam tanpa menjadi menjadi dengan getah lambung. selama sekarang, pencernaan oleh amylase salivary dilanjutkan. Segera, bagaimanapun, cairan lambung mixes tindakan main kocok dengan getah lambung yang acidic, inactivating amilase salivary dan mengaktipkan lipase berkenaan dengan lidah, yang mulai untuk mencerna trigliserida-trigliserida ke dalam zat asam yang mengandung gemuk dan diglycerides
Gambar 24.12 ( terusan )









( b ) Gambaran potongan mokosa lambung menujukan kelenjar-kelenjar lambung dan tipe-tipe sel
( c ) Mukosa pada fundus
Meski sel-sel parietal mengeluarkan notulen hidrogen (H+) dan chlorideions (CI) separatery ke dalam perut lumen,the efek bersih adalah pengeluaran hydrochloricacid (HCI). Satuan listrik positif memompa powerd oleh H+/K ATPases dengan aktip mengangkut H+ ke dalam satuan cahaya selagi membawa notulen kalium (K+) ke dalam sel (gambar 2413). Pada waktu yang sama, CIAND K+diffuse ke luar ke dalam satuan cahaya melalui CIand K+ gali di dalam selaput yang apikal. Karbonat anhidrase enzim, yang terutama berlimpahan di dalam cells,catalyzes dinding badan, pembentukan asam-arang (H2CO3) dari air (H2o) dan gas asam-arang (CO2). Ketika asam-arang memisahkan, itu menyediakan suatu siap sumber dari H+ karena satuan listrik positif memompa tetapi juga menghasilkan bikarbonat di (HCO3-). Seperti atas HCO3builds di dalam sitosol, itu pergi sel parietal sebagai pertukaran dengan CIvia CI-/HCO3antiportes di dalam selaput basolateral (di sebelah lamina propria). HCO3DIFFUSES di dalam kepada darah kapiler yang dekat . Ini "pasang bersifat alkali" dari bikarbonat di memasuki aliran darah setelah suatu makanan bisa yang besar cukup untuk mengangkat darah pH sedikit dan membuat air seni lebih basa.
Gambar 24.12 ( Terusan )

Pegeluaran HCL oleh sel parietal dapat dirangsang oleh beberapa sumber: acetyleholine (ACH) yang dibebaskan; dilepaskan oleh neuron-neuron yang parasympathetic, gastrin yang dikeluarkan oleh sel-sel G, dan histamin, yang adalah suatu unsur pokok paracrine yang dibebaskan; dilepaskan oleh mastosit di dalam lamina propria yang dekat. Asetilkolina dan gastrin merangsang sel parietal untuk mengeluarkan lebih banyak HCL di hadapan histamin. Dengan kata lain, histamin bertindak synergistically, tingkatkan barang kepunyaan dari asetilkolina dan gastrin. Sel yang peka rangsangan untuk ketiga unsur pokok tersebut hadir di dalam selaput plasma dari sel parietal. Sel yang peka rangsangan histamin di sel parietal disebut H2 sel yang peka rangsangan yang mereka menengahi respon-respon yang berbeda dibanding melakukan sel yang peka rangsangan H1 melibatkan di dalam tanggapan alergi.
Cairan betul-betul acidic dari perut membunuh banyak mikroba di dalam makanan. HCL secara parsial denatur-denatur (membentang) protein-protein di dalam makanan dan merangsang pengeluaran-pengeluaran hormon-hormon bahwa mempromosikan alir empedu dan pencernaan juiceEnzymatic tentang pankreas protein-protein juga mulai di dalam perut. Satu-satunya yang proteolitik (protein) pencernaan) enzim di dalam perut itu adalah pepsin, yang dikeluarkan oleh sel utama. Pepsin memotong ikatan peptida tertentu antara asam amino, dobrak;rinci suatu rantai protein dari banyak amino ke dalam peptida yang lebih kecil membagi-bagi. Pepsin adalah paling efektif di dalam lingkungan sangat acidic dari perut (pH 2): itu menjadi yang non-aktip pada suatu pH yang lebih tinggi.
Apa yang menyimpan pepsin dari pencernaan protein di dalam sel-sel perut beserta makanan? Pertama-tama, pepsin dikeluarkan dalam satu pepsinogen wujud yang disebut yang non-aktip: di dalam wujud ini, tidak bisa mencerna protein-protein di dalam sel utama bahwa menghasilkan nya. Pepsinogen tidak diubah jadi pepsin aktif sampai itu berhubungan hydroloric acid yang dikeluarkan oleh sel parietal atau molekul-molekul pepsin aktif. Ke dua, lambung ephithelial sel-sel dilindungi dari getah lambung oleh suatu 1-3 lapisan juta tebal dari mucus yang bersifat alkali yang dikeluarkan oleh sel leher mukosa permukaan.
Enzim lain dari perut itu adalah lipase lambung, yang robek short -triglyserida rantai di dalam molekul-molekul yang gemuk (seperti yang ditemukan di dalam susu) ke dalam zat asam yang fatty acids dan monoglycerides. Suatu monoglycerides terdiri dari suatu molekul gliserol yang terikat attached dengan molekul zat asam yang mengandung one fatty. Enzim ini, yang sudah suatu dibatasi peran di dalam perut orang dewasa, operasikan terbaik sebagai suatu pH dari 5-6. lebih Penting dibanding yang manapun lipase berkenaan dengan lidah dari lipase lambung adalah lipase yang tentang pankreas, satu enzim yang dikeluarkan oleh pankreas ke dalam usus halus.
Hanya suatu jumlah yang kecil dari bahan gizi adalah absorbed dalam perut karena sel epitelium nya bersifat tak dapat ditembus bagi sebagian besar bahan-bahan. bagaimanapun, sel-sel lendir dari serap lambung beberapa air, ions, dan zat asam yang mengandung fatty short-chain , seperti juga obat yang tertentu (terutama aspirin) dan alkohol.
Di dalam 2 sampai 4 jam setelah makan suatu makanan, lambung sudah mengosongkan isi-isi nya ke dalam duodenum. Makanan-makanan kaya akan karbohidrat membelanjakan paling sedikit waktu di dalam lambung: makanan-makanan protein tinggi tinggal sedikit banyak(nya) yang lebih panjang, dan mengosongkan paling lambat setelah suatu makanan fatladen berisi sejumlah yang besar dari trigliserida-trigliserida.


MEMUNTAHKAN

Memuntahkan atau emesis adalah pengusiran yang secara paksa isi-isi dari atas GI bidang (lambung dan kadang-kadang duodenum) melalui gunung. Stimuli yang paling kuat untuk memuntahkan adalah kejengkelan dan penggelembungan lambung: stimuli lain termasuk penglihatan-penglihatan yang tidak enak, anesthesia umum, kepeningan, dan narkoba tertentu seperti morfin dan derivativenya dari digitalis. Rangsangan saraf dipancarkan kepada memuntahkan pusat di dalam medula oblongata, dan mengembalikan dorongan-dorongan menyebarkan kepada atas GI organ/ bagian badan bidang, diaphragma, dan otot abdominal. Memuntahkan melibatkan menekan perut antara diaphragma dan otot-otot abdominal dan mengusir isi-isi melalui esophageal yang terbuka spineters. Diperpanjang memuntahkan, terutama di dalam bayi-bayi dan people,can lebih tua bersungguh-sungguh karena hilangnya getah lambung yang acidic dapat menjurus kepada alkalosis (yang lebih tinggi dibanding darah normal pH), pengeringan, dan kerusakan pada kerongkongan dan gigi.

TABEL 24.3 Ringkasan dari Aktivitas Pencernaan di dalam Lambung

Struktur
Aktivitas
Hasil
Mucosa
Kepala sel







Parietal cells









Sel-sel lendir permukaan dan sel leher mukosa







Sel-sel G

Mengeluarkan pepsinogen



Lipase lambung secreta



Sekresi hydrochloric Cuka




Faktor intrinsic Secrete




Secreta mucus




Penyerapan




Secrete gastrin


Pepsin wujud yang diaktipkan rinci protein-protein ke dalam peptida-peptida
Trigliserida-trigliserida dipisah ke dalam zat asam yang mengandung fatty dan monoglycerides
Bunuh mikroba-mikroba di dalam makanan denetare protein-protein mengkonversi pepsinogen ke dalam pepsin
Yang diperlukan untuk penyerapan vitamin B12 yang digunakan di dalam formasi eritrosit (eritopoiesis)
Bentuk suatu pencernaan prevenis penghalang itu yang bersifat melindungi dinding lambung
Kuantitas kecil air, notulen, zat asam yang mengandung gemuk rantai pendek, dan beberapa obat masuk aliran darah
Rangsang sel parietal untuk mengeluarkan HCL dan sel utama untuk mengeluarkan pepsinogen,contracts menurunkan esophageal sphineter, motil itas peningkatan-peningkatan sfingter pilorus perut dan relaxs.
Muscularis
Mencampur waves




Gerak peristaltik
Macreate itu makanan dan campuran dengan cairan lambung pembentukan getah lambung.
Angkatan Cairan lambung melalui sphineter yang pyloric
Pyloric Sphincter
Terbuka bagi mengizinkan jalan lintasan dari cairan lambung ke dalam duodenum
Atur jalan lintasan dari cairan lambung dari lambung ke duodenum: mencegah backflow dari cairan lambung dari duodenum ke lambung

H. PANKREAS
SASARAN
Uraikan lokasi, anatomi, ilmu jaringan tubuh, dan fungsi pankreas.
Dari lambung, cairan lambung lewat ke dalam usus halus. Karena pencernaan kimia di dalam usus halus bergantung pada aktivitas dari pankreas, hati, dan gallbladder, kita pertama mempertimbangkan; menganggap aktivitas alat pencernaan aksesori ini dan kontribusi mereka pada pencernaan di dalam usus halus.
Anatomi dari Pancreas
Pankreas, suatu kelenjar retroperitoneal yang adalah sekitar 12-15 cm (5-6 in), panjang dan 2,5 cm (1 in.) tebal, berada posterior semakin besar lengkungan dari lambung. Pankreas terdiri atas suatu kepala, suatu tubuh, dan suatu taill dan biasanya disambungkan ke duodenum oleh dua saluran pipa. Kepala itu adalah bagian yang diperluas organ/ bagian badan dekat kurva dari duodenum: lebih bawah daripada dan untuk yang kiri tentang kepala itu adalah tubuh yang pusat dan tapering tail.
Sari-sari Pancreastic dikeluarkan oleh sel-sel eksokrin ke dalam saluran pipa kecil bahwa pada akhirnya mempersatukan untuk membentuk dua saluran pipa yang lebih besar, saluran pankreas dan saluran pipa aksesori. Ini pada gilirannya menyampaikan pengeluaran-pengeluaran ke dalam usus halus. Saluran pankreas (Duktus Wirsung) adalah yang lebih besar dari saluran pipa keduanya. Di dalam kebanyakan orang, saluran pankreas bergabung dengan duktus empedu yang umum dari hati dan gallbladder dan masuk duodenum sebagai suatu meluas saluran pipa umum disebut HEPATOPANCREATIC AMPULLA (ampulla of vater). Ampulla membuka di satu pengangkatan mukosa yang bagian terkecil dari usus yang dikenal sebagai MAJOR DUODENAL PAPILL, lies yang sekitar 10 cm (4 in) lebih rendah dari piano kecil yang pyloric dari lambung. Jalan lintas dari getah pankreas dan empedu melalui ampula yang hepatopancreatic ke dalam usus halus itu diatur oleh suatu massa dari otot licin yang dikenal sebagai SPHINETER OF THE HEPATOPANCREATIC AMPULLA (sphineter dari Oddi). saluran pipa Yang lain utama dari pankreas, saluran pipa aksesori (saluran pipa dari Santorini), pimpin dari pankreas dan mengalir ke duodenum sekitar 2,5 cm (1 di dalam.) lebih pandai daripada ampulla yang hepatopancreatic.
Ilmu Jaringan Tubuh dari Pancreas
Pankreas itu terdiri dari clusters kecil dari sel-sel kelenjar glandular ephithelial . Tentang 99% dari clusters, berhubungan dengan acini (AS-I-NE), lembagakan bagian eksokrin organ/ bagian badan (lihat Gambar 1818b, c di halaman 647). Sel di dalam acini mengeluarkan suatu campuran dari cairan dan Getah Pankreas enzim-enzim yang disebut pencernaan. Sisa 1% dari clusters, berhubungan dengan PANCREATIC ISLETS (Pulau-Pulau Langerhans), bentuk bagian endokrin pankreas. Sel-sel ini mengeluarkan glukagon hormon-hormon, hormon insulin, somatostain, dan polipeptida tentang pankreas. Fungsi-fungsi hormon-hormon ini dibahas di Bab 18.
Gambar 24.14 Hubungan pankreas dengan hati kandung empedu dan duodenum. Menujukan gambaran yang mendetail tentang ductus empedu komunis dan ductus pankreatikus membentuk ampula hepatopankreatik dan dikosongkan kedalam duodenum. ( Lihat tortora )
Komposisi dan Fungsi-fungsi Getah Pankreas
Setiap hari pankreas menghasilkan 1200-1500 mL (sekitar 1.2-1.5 qt) dari getah pankreas, suatu cairan yang jelas bersih, tanpa warna terdiri atas kebanyakan dari air, beberapa menggarami, sodium bikarbonat, dan beberapa enzim-enzim. Sodium bikarbonat memberi getah pankreas suatu pH sedikit bersifat alkali (7.1-8.2) bahwa getah lambung penyangga acidic di dalam cairan lambung, berhenti tindakan pepsin dari perut, dan menciptakan pH yang tepat untuk tindakan enzim-enzim yang pencernaan di dalam usus halus. Enzim-enzim di dalam getah pankreas termasuk suatu enzim pencernaan tajin menyebut amilase tentang pankreas; beberapa enzim-enzim pencernaan protein berhubungan dengan tripsin (TRIP-SIN), kimotripsin (ki-mo-TRIP-sin), karboksipeptidase (kar-bok-se-PEP-ti-das), dan elastase (e-LAS-tas): enzim pencernaan trigliserida yang pokok di dalam orang dewasa, menyebut lipase tentang pankreas; dan enzim-enzim pencernaan cuka nucleic berhubungan dengan ribonuclease dan deokxiyribonuclease.
Enzim-enzim pencernaan protein dari pankreas itu dihasilkan dalam satu wujud yang non-aktip sama seperti pepsin dihasilkan di dalam lambung sebagai pepsinogen. Karena mereka bersifat non-aktip, enzim-enzim itu tidak mencerna sel-sel dari pancres diri sendiri. Tripsin dikeluarkan dalam satu tripsinogen (trip-SIN-o-jen) wujud calied yang non-aktip. Sel-sel acinar tentang pankreas juga mengeluarkan suatu penghambat tripsin protein yang disebut bahwa kombinasikan dengan setiap tripsin membentuk tanpa sengaja di dalam pankreas atau di dalam getah pankreas dan blok-blok, aktivitas enzim nya. Ketika tripsinogen menjangkau satuan cahaya dari usus halus, itu mematahkan satu activiting sikat enzim perbatasan yang disebutenterokinase (en-ter-o-KI-nas), tukar dengan saham anak perusahaan yang bagian dari molekul tripsinogen untuk membentuk tripsin. Pada gilirannya, tripsin mematuhi pendahuluan, tanda yang non-aktip (kimotripsinogen yang disebut, prokarboksipeptidase, dan proelastase) untuk menghasilkan kimotripsin, karboksipeptidase, dan elastase, berturut-turut.

Pancreatitis dan Cancer tentang pancreas
Radang pankreas, ketika Mey terjadi bersama-sama pelecehan alkohol atau batu empedu kronis disebut pmereatitis (pan-kre-a-TI-tis). Di suatu kondisi lebih parah; sulit; keras; berat yang dikenal sebagai acutepancreatis, yang dihubungkan dengan masukan alkohol yang berat atau biliary penghalang bidang, sel-sel yang tentang pankreas boleh melepaskan; membebaskan yang manapun tripsin sebagai ganti tripsinogen atau sejumlah tidak cukup dari penghambat tripsin dan tripsin mulai untuk mencerna sel-sel yang tentang pankreas. Patiens dengan pancreatitis yang akut biasanya bereaksi terhadap perawatan, serangan-serangan kumat tetapi adalah aturan. Dalam beberapa orang-orang pancreatitis adalah idiopathic, maksud(arti yang penyebab adalah tidak dikenal. lain penyebab pancreatitis termasuk fibrosis cystic, tingkat tingginya dari zat kapur di dalam darah (hiperlipidemia atau hypertriglyceridemia), beberapa narkoba, dan kondisi-kondisi autoimmune tertentu. Bagaimanapun, di rougly 70 persen dari orang dewasa dengan
pancreatitis, penyebab itu adalah ketagihan alkohol. Sering kali peristiwa yang pertama terjadi antara berbagai zaman 30 dan 40.
Kanker tentang pankreas biasanya mempengaruhi orang-orang di atas usia 50 tahun dan terjadi lebih sering di dalam pria. Pada umumnya, ada sedikit; beberapa gejala-gejala sampai kekacauan menjangkau satu langkah?tahap yang dikedepankan dan sering juga bukan sampai itu mempunyai metastasized kepada bagian lain dari tubuh seperti getah bening nodes,liver,or paru-paru. Penyakit-penyakit itu adalah hampir selalu fatal dan adalah paling keempat umum penyebab kematian dari kanker di dalam Amerika Serikat. Kanker tentang pankreas sudah terhubung dengan makanan-makanan yang gemuk, konsumsi alkohol tinggi, faktor genetik, merokok, dan pancreatitis kronis.
I. HATI DAN KANDUNG EMPEDU

TUJUAN
Mendeskripsikan Lokasi, Anatomi, Histologi, dan Fungsi-fungsi Hati dan Kandung Empedu.

Hati adalah kelenjar terberat pada tubuh, berat sekitar 1.4 kg (sekitar 3 lb/pound) pada rata-rata orang dewasa. Pada semua organ-organ tubuh, berat hati adalah yang kedua setelah kulit. Hati dibawah diafragma dan kebanyakan menempati hipochondriaka kanan dan sebagian regio epigastric pada cavum abdominals. (lihat gambar 1.12a pada halaman 20).
Kandung Empedu (gall- = empedu) adalah sebuah kandung yang berbentuk bulat seperti buah pear yang terletak di bagian yang rendah pada permukaan posterior hati. Kandung empedu 7-10 cm cm (3-4 in) panjangnya dan secara khas bergantung dari depan bawah pada pinggiran hati (Gambar 24.14a)

Anatomi Hati dan Kandung Empedu
Hati kebanyakan dengan lengkap ditutupi oleh peritonium viscerale dan dengan lengkap ditutupi oleh sebuah lapisan jaringan penghubung tebal yang tidak teratur yang terletak dalam ke peritonium. Hati dibagi kedalam 2 lobus utama -sebuah lobus kanan yang besar dan sebuah lobus kiri yang lebih kecil- oleh ligament falciform, sebuah lipatan pada peritonium (Gambar 24.14a). Meskipun lobus kanan dianggap oleh banyak ahli anatomi termasuk dalam lobus quadrate inferior dan sebuah lobus kaudate posterior, berdasarkan morfologi internal (distribusi yang lebih utama pada pembuluh darah), lobus quadrate dan kaudata lebih tepatnya termasuk kedalam lobus kiri. Ligament falciform memanjang dari permukaan diafragma antara dua lobus utama pada hati ke permukaan atas pada hati, membantu untuk menggantungkan hati di cavum abdominalis. Di batas yang bebas pada ligament falciform adalah ligament teres (ligament melingkar), sisa vena umbilical pada fetus (Lihat gambar 21.30a,b pada halaman 794). Tali serabut ini memanjang dari hati ke umbilicus. Ligament coronari kanan dan kiri adalah perpanjangan yang sempit pada peritonium parietale yang menggantungkan hati dari diafragma.
Bagian-bagian kandung empedu meliputi fundus yang lebar, yang mana memproyeksikan ke bawah melebihi batas inferior hati; tubuh, bagian sentral; dan neek (leher), bagian yang meruncing. Tubuh dan neek memproyeksikan lebih ke atas.

Histologi Hati dan Kandung Empedu
Lobus-lobus hati merupakan unit fungsional yang banyak yang dinamakan lobulus-lobulus (Gambar 24.15). Sebuah lobulus secara khas berstruktur segi 6 (hexagon) yang terdiri atas sel-sel epitel yang istimewa, dinamakan hepatocit (hepat- = hati, -cytes = sel-sel), tersusun secara tidak teratur, bercabang, terhubung antara “plates” disekitar vena sentral. Sebagai tambahan, lobulus hati berisi kapiler-kapiler permeabel yang tinggi yang dinamakan sinus, yang mana melewati darah. Juga ada sinus yang diatur fagosit dinamakan sel-sel reticuloendhotel stellate (kupfer), yang menghancurkan sel-sel darah putih dan sel-sel darah merah yang usang, bakteri, bahan asing yang lain di pembuluh darah vena yang mengalir dari tractus gastrointestinal.
Empedu, yang disekresikan oleh hepatocit, masuk kanal empedu (kan-a-LIK-u-li = kanal-kanal kecil), bagian sempit kanal-kanal interceluler yang kosong menuju ke dalam duktus empedu yang kecil (Gambar 24.15a). Ductule/saluran melewati empedu ke dalam duktus empedu di lobulus perifer. Duktus empedu bergabung dan akhirnya membentuk duktus hepatikus kiri dan kanan yang lebih besar, yang mana bersatu dan keluar dari hati sebagai duktus hepatikus biasa (lihat gambar 24.14). Duktus hepatikus biasa menghubungkan duktus cystic (cystic = kandung kemih) dari kandung empedu untuk membentuk duktus empedu biasa.
Gambar 24.15 Histologi lobulus, yaitu unit fungsional hati.
Lobulus terdiri dari hepatosit yang tersusun mengelilingi vena pusat
Mukosa kandung empedu terdiri atas epitelium columnar sederhana yang tersusun di ruge menyerupai (epitel) di perut. Dinding kandung empedu tidak mempumyai sub mukosa. Pada pinggang, otot melapisi dinding yang terdiri atas serabut-serabut otot polos. Kontraksi serabut-serabut otot polos mengeluarkan isi kandung empedu ke dalam duktus kandung kemih. Lapisan kandung empedu sebelah luar adalah peritonium viscerale. Fungsi kandung empedu adalah untuk menyimpan dan menghimpun empedu yang diproduksi oleh hati ( sampai 10x lipat) hingga empedu dibutuhkan di usus halus. Pada proses penghimpunan, air dan dan ion-ion diserap oleh mukosa kandung empedu.

Jaundice (Penyakit Kuning)
Jaundice (JAWN-dis = kuning) adalah warna kekuning-kuningan pada sklera (pucat/putih pada mata), kulit, dan membran mukosa karena penambahan senyawa kuning yang dinamakan bilirubin. Setelah bilirubin dibentuk dari kerusakan pigmen darah pada sel-sel darah merah yang sudah tua, bilirubin dikirimkan ke hati, dimana bilirubin diproses dan pada akhirnya di ekskresikan ke dalam empedu. Tiga kategori utama penyakit kuning adalah:
1. Penyakit Kuning Prehepatic, karena kelebihan produksi bilirubin
2. Penyakit Kuning Hepatic, karena penyakit hati bawaan, sirosis pada hati, atau hepatitis, dan
3. Penyakit Kuning Extrahepatic, karena halangan pada penyaluran empedu oleh batu empedu atau kanker pada usus besar atau pankreas.
Karena hati pada seorang yang baru lahir fungsinya kurang baik, untuk minggu pertama atau saat itu, banyak bayi mengalami bentuk penyakit kuning ringan yang dinamakan penyakit kuning Neonatal (fisiologi) yang menghilang seperti halnya hati yang menjadi dewasa. Biasanya, itu ditangani dengan membongkar orok dengan cahaya biru, yang mana mengubah bilirubin ke dalam substansi ginjal yang dapat diekresikan.



Suplay Darah pada Hati
Hati menerima darah dari dua sumber (lihat gambar 24.16). Dari arteri hepatic hati memperoleh darah yang mengandung oksigen dan dari vena portal hepatic hati menerima darah deoksigenase yang berisi nutrisi-nutrisi yang baru diserap, obat-obatan, dan kemungkinan mikroba dan racun-racun dari traktus gastrointestinal (lihat gambar 21.28 pada halaman 791). Cabang keduanya, arteri hepatic dan vena portal hepatic masuk ke dalam sinusoid hati, dimana oksigen, kebanyakan nutient-nutrient, dan beberapa substansi racun diambil oleh hepatocit. Produk yang dihasilkan oleh hepatocit dan nutrient-nutrient dibutuhkan oleh sel lain untuk disekresi kembali ke dalam darah, yang mana kemudian mengalir ke dalam vena sentral dan pada akhirnya mengalir ke dalam vena hepatic. Karena darah dari traktus gastrointestinal melalui hati sebagai bagian sirkulasi portal hepatic, hati seringkali sebagai tempat untuk metastasis kanker yang yang memulai di traktus gastrointentinal. Cabang-cabang vena portal hepatic, arteri hepatic, duktus empedu secara khas menyertai yang lain pada distribusi mereka melalui hati. Dengan bersama, ada tiga struktur yang dinamakan portal triad (lihat gambar 24.15). Portal triad terletak di sudut-sudut dari lobulus-lobulus hati.
Tugas dan Komposisi Empedu
Tiap hari, hepatocit mensekresikan 800-1000 ml (sekitar …) empedu, kuning, brownish, atau buah zaitun-cairan empedu. Empedu mempunyai PH 7,6-8,6 dan kebanyakan terdiri atas air, garam-garam empedu, kolesterol, fosfolipid yang dinamakan Lecithin, pigmen-pigmen empedu dan beberapa ion-ion.
Pigmen empedu utama adalah Bilirubin. Fagositosis sel darah merah yang sudah tua melepaskan besi, globin, dan bilirubin (berasal dari heme) (lihat gambar 19.5 pada halaman 674). Besi dan globin dikembalikan, bilirubin disekresikan ke dalam empedu dan akhirnya dirusak di usus. Salah satu bilirubin yang dirusak menghasilkan –Sterkobilin- yang memberikan feces normal mereka berwarna cokelat.


Empedu adalah sebagian produk ekskresi dan sebagian sekresi pencernaan. Garam-garam empedu, yang mana adalah garam-garam sodium dan garam-garam potasium dari asam empedu (kebanyakan asam chenodeoxycholic dan asam cholic), memainkan peran di dalam emulsifikasi, kerusakan dari percikan lipid yang besar ke dalam sebuah suspensi lipid kecil yang memberikan area permukaan yang sangat besar yang menyediakan lipase pankreas untuk lebih cepat menyelesaikan pencernaan trigliserida. Garam-garam empedu juga membantu penyerapan lipid mengikuti pencernaan mereka.

Gambar 24.16. Aliran darah hepatic: Sumber, berjalan melallui Hati, dan kembali ke Jantung.
Hati menerima darah oksigenasi melalui arteri hepatic dan darah deoksigenasi yang kaya nutrien melalui vena portal hepatic.





Darah oksigenasi dari 1 kaya nutrien, darah
arteri hepatic deoxigenasi dari vena portal hepatic



2 Sinusoid Hati


3 Vena Sentral


4 Vena Hepatic


5 Vena Cava Inferior


6 Atrium Kanan Jantung

Selama beberapa jam sesudah makanan, bagaimana komposisi kimia pada perubahan darah selama makanan mengalir melalui sinus hati?

Meskipun hepatocit terus menerus melepaskan empedu, mereka meningkatkan produksi dan sekresi ketika darah portal mengandung asam-asam amino yang berlebih: Jadi, selama pencernaan dan penyerapan melanjutkan di ussu halus, pengeluaran empedu meningkat. Antara makanan-makanan, setelah sebagian terbesar penyerapan telah terjadi, empedu mengalir ke dalam kandung empedu sebagai tempat penyimpanan klarena sphingter Ampulla Hepatopangkreatic (Sphingter Oddi: lihat gambar 24.14) menutup, masuk ke Duodenum.
Batu Empedu
Jika empedu mengandung salah satu garam–garam empedu yang tidak cukup atau Lecithin atau kolestrol yang terlalu banyak, kolestrol mengkristal untuk membentuk batu empedu. Sambil mereka tumbuh dalam ukuran dan jumlah, batu empedu menyebabkan sedikit, sebentar-bentar, atau melengkapi obstruksi menuju aliran empedu dari kandung empedu ke dalam Duodenum. Penanganan terdiri atas penggunaan obat-obat pelarut batu empedu, Litotripsi (terapi gelombang kejut), atau pembedahan. Untuk orang dengan batu empedu kumat atau yang obat-obatan atau litotripsi tidak di indikasikan –Cholecystectomy- Pemindahan kandung empedu dan isi-isinya- adalah perlu. Lebih dari setengah juta Cholecystectomi dilakukan tiap tahun di AS.

Fungsi Hati
Sebagian tambahan untuk sekresi empedu, yang dibutuhkan untuk absorbsi yang berkaitan dengan diet lemak, hati melakukan banyak fungsi-fungsi vital yang lain:
· Metabolisme karbihidrat
Hati secara khusus penting di dalam memelihara kadar glukosa normal dalam darah. Ketika darah yang mengandung glukosa rendah, hati dapat merusak glikogen menjadi glukosa dan melepaskan glukosa ke dalam aliran darah. Hati dapat juga mengubah asam amino pasti dan asam lactic (tentang susu) menjadi glukosa, dan hati dapat mengubah gula-gula lain, seperti fruktosa dan galaktosa ke dalam glukosa. Ketika glukosa darah tinggi, seperti terjadi setelah makan makanan, hati mengubah glukosa menjadi glikogen dan trigliserida untuk di simpan.
· Metabolisme Lipid
Hepatocit menyimpan beberapa trigliserida: merusak asam lemak untuk membangkitkan ATP. Sintesis lipoprotein yang mana mengirimkan asam-asam lemak, trigliserida, dan kolestrol menuju dan dari sel-sel tubuh: sintesis kolestrol; dan menggunakan kolestrol untuk membuat garam-garam empedu.
· Metabolisme Protein
Hepatocit deaminate(memindahkan kelompok amino, NH2, dari) asam-asam amino sehingga asam-asam amino dapat digunakan untuk produksi ATP atau mengubah ke karbohidrat atau lemak. Hasil toxic ammonia (NH3) kemudian diubah ke dalam sedikit banyak toxic urea, yang diekskresikan di dalam urine. Hepatocit juga mensitesis banyak protein-protein plasma, seperti globulin α dan β, albumin, protrombin, dan fibrinogen.
· Memproses Obat-obatan dan Hormon
Hati dapat detoxify substansi-substansi seperti alkohol da ekskresi obat-obatan seperti penisilin, erithromicin, dan sulfonamid ke dalam empedu. Hati dapat juga berubah secara kimia atau ekskresi hormon-hormon tiroid dan hormon-hormon steroid seperti estrogen dan aldosteron.
· Ekskresi Bilirubin
Seperti sebelumnya tercatat, bilirubin. Berasal dari heme pada sel darah merah yang sudah tua, diserap oleh hati dari darah dan disekresikan ke dalam empedu. Kebanyakan bilirubin pada empedu dimetabolisme di usus halus oleh bakteri dan dikeluarkan di feces.
· Sintesis Garam-garam Empedu
Garam-garam empedu digunakan di usus halus untuk emulsifikasi dan absorbsi lipid.


· Tempat Penyimpanan
Di dalam penambahan ke glikogen, hati adalah tempat penyimpanan utama beberapa vitamin (A, B12, D, E, Kdan K) dan mineral-mineral (Besi dan Tembaga), yang dilepas dari hati ketika dibutuhkan ditempat lain di tubuh.
· Fagositosis
Sel-sel reticuloendhothelial stellate (Kupfer) hati memfagositasi sel-sel darah merah yang sudah tua, sel-sel darah putih, dan beberapa bakteri.
· Aktivasi Vitamin D
Kulit, hati, dan ginjal ikut serta di dalam mensitesis aktif membentuk D.

Fungsi-fungsi hati yang berhubungan dengan metabolisme dibahas lebih lengkap di bab 25.

CHECK POINT:
27. Gambar dan beri nama diagram lobulus hati!
28. Deskripsikan pathway darah mengalir ke dalam, melalui, dan keluar hati!
29. Bagaimana hati dan kandung empedu terhubung ke duodenum?
30. Empedu di bentuk oleh hati, bagaiman empedu di tampung dan ditransportasikan ke kandung empedu untuk di simpan ?
31. Apa fungsi empedu?

J. USUS HALUS
TUJUAN
Mendeskripsikan lokasi, anatomi, histologi, dan fungsi-fungsi halus.

Peristiwa utama pencernaan dan penyerapan terjadi dio sepanjang tube yang dinamakan usus halus. Karena banyak pencernaan dan penyerapan nutrient-nutrient terjadi di usus halus, strukturnya disesuaikan secara khusus sesuai fungsi-fungsinya. Panjang usus halus sendiri memberikan area permukaan yang luas untuk pencernaan dan penyerapan,dan area itu lebih lanjut ditingkatkan oleh lipatan sirkuler, villi, dan mikrovilli. Usus halus memulai pada spinghter pilori pada lambung, gulungan melalui di sentral dan bagian inferior cavum abdominalis, dan pada akhirnya membuka ke dalam usus besar. Usus halus rata-rata 2,5 cm (1 inc) ada diameternya, panjangnya sekitar 3m (10 ft) pada seseorang yang masih hidup dan sekitar 6,5 m (21 ft) pada cadaver karena hilangnya sifat/kesehatan otot polos setelah mati.

Anatomi Usus Halus
Usus halus dibagi ke dalam 3 regio (gambar 24.17). Duodenum (doo-o-DE-num), regio terpendek adalah retroperitoneal. Duodenum memulai di spinghter pilori pada lambung dan memanjang sekitar 25 cm (10 inc) hingga duedonum bergabung dengan jejunum. Duodenum berarti “12”; itu adalh namanya karena duodenum sekitar sepanjang selebar 12 jari. Jejunum (je-JOO-num) sekitar 1 m (3ft) panjangnya dan bergabung ke ileum. Jejunum berarti “kosong”, yang mana bagaimana ileum ditemukan saat mati. Akhir dari regio terpanjang usus halus, ileum (IL-e-um = yang membelit), ukuran sekitar 2 m (6 ft) dan berhubungan dengan usus besar di spinghter ileocecal (il-e-o-SE-kal).

Histologi Usus Halus
Dinding usus halus tersusun dari 4 lapisan yang sama yang kebanyakan pada trak GI: mukosa, submukosa, ototo-otot dan serosa (gambar 24.18a). mukosa tersusun dari sebuah lapisan epithelium, lamina propria, dan otot-otot mukosa. Lapisan epitel pada mukosa usus halus terdiri atas epitel columnar sederhana yang berisi banyak tipe-tipe sel (gambar 24.18b). sel-sel absortive epithelium mencerna dan menyerap nutrient-nutrient di chyme usus halus.
Juga ada epitelium yaitu sel-sel globet, yang mensekresikan mukus. Mukosa usus halus berisi banyak lapisan retak yang dalam dengan kelenjar epetelium. Sel-sel lapisan yang retak membentuk kelenjar intestinal (crypts of liberkulin) dan mensekresikan getah intestinal (untuk dibicarakan segera). Disamping sel-sel absortive dan sel-sel globet, kelenjar intestinal juga berisi sel-sel paneth dan se-sel anteroendokrin. Sel-sel paneth mensekresikan lisozim, enzim bakteri, dan mampu fagositosis. Sel-sel paneth mempunyai tugas dalam pengaturan populasi mikroba di usus halus. Tiga tipe sel enteroendokrin ditemukan di kelenjar intestinal pada usus halus. Sel-sel S, sel-sel CCK, dan sel-sel K, yang mensekresikan hormone-hormon sekretin (se-KRE-tin), cholecystokinin (ko-le-sis-to-ki-KIN-in) atau CCK, dan glukosa. Bergantung insulinotropic peptide atau GIP berturut-turut.
Lamina propria pada mukosa usus halus berisi jaringan penghubung areolar dan mempunyai sebuah kelimpahan jaringan limpoid yang menghubungkan mukosa (MALT). Nodus limpatic solitari (terpencil) kebanyakan banyak di bagian distal pada ileum (gambar 24.19c pada hal 925). Kelompok nodus limpatic menyerahkan sebagai kumpulan folikel-folikel limpatic (Peyer’s patches) juga ada di ileum. Otot-otot mukosa pada mukosa usus halus terdiri atas otot polos.

Gambar 24.17. Anatomi Usus Halus
a. Region-regio usus halus adalah Duodenum, Jejunum, Ileum. (lihat Tortora, atlas fotografi tubuh manusia, edisi kedua, ghambar 12.12a)
b. Lipatan-lipatan sirkuler yang meningkatkan area permukaan untuk pencernaan dan penyerapan di usus halus.




Key:
Paling banyak pencernaan dan penyerapan terjadi di usus halus

Gambar 24.16 histologi usus halus














Fungsi-fungsi usus halus:
1. Segmentasi mencampurkan chyme dengan getah-getah pencernaan dan membawa makanan ke dalam yang berhubungan dengan mukosa untuk penyerapan; gerak peristaltik mendorong chyme melalui usus halus.
2. Melengkapi pencernaan karbohidrat, protein-protein, dan lemak; memulai dan melengkapi pencernaan asam-asam nukleat.
3. Menyerap sekitar 90% nutrient-nutrient dan air yang melalui system digestive.

Submukosa duodenum berisi kelenjar duodenal (Brunner’s) (lihat gambar 24.19a) yang mensekresikan mukus alkaline, yang membantu menetralkan asam lambung di chyme. Kadang-kadang jaringan limpatic lamina propria memanjang melalui otot mukosa ke dalam sub mukosa. Otot-otot usus halus terdiri atas 2 lapisan otot halus. Sebelah luar, lapisan tipis berisi serabut-serabut longitudinal; sebelah dalam: lapisan tebal berisi serabut-serabut sirkuler. Kecuali untuk bagian utama duodenum, serosa (atau peritoneum viscerale) yang mengelilingi usus halus.
Bahkan lebih dulu dinding usus halus tersusun dari 4 lapisan basic yang sama seperti pada tract GI, struktur khusus yang istimewa pada usus halus memudahkan proses penyerapan dan penyerapan. Struktur istimewa itu meliputi lipatan-lipatan sirkuler, villi dan mikrovilli. Lipatan sirkuler atau sirkuler plika adalah lipatan mukosa dan sub mukosa (lihat gambar 24.17b). Daerah yang tetap, yang mana sekitar 10 mm (0,4 inc) panjangnya, mulai mendekati bagian proximal duodenum dan berakhir di sekitar bagian tengah ileum. Beberapa memanjang semua dengan cara kira-kira mengelilingi usus; yang lain memanjang hanya bagian pada jalur di sekitarnya. Lipatan-lipatan sirkuler mempertinggi penyerapan dengan meningkatkan area permukaan dan meyebabkan chyme menuju spiral lebih baik daripada di garis lurus, seperti lipatan sirkuler yang melalui usus halus.
Juga ada di usus halus adalah villi (= berkas-berkas rambut), yang memproyeksi seperti jari pada mukosa yakni 0,9-1 mm panjangnya (lihat gambar 24.18a). Luas villi (20-40 mm2) sangat meningkatkan area permukaan epithelium yang tersedia untuk penyerapan dan pencernaan dan memberikan mukosa intestinal sebuah penampilan velvety. Masing-masing villus (bentuk tunggal) ditutupi oleh epithelium dan mempunyai sebuah inti lamina propia; yang melekatkan di jaringan penghubung lamina propria adalah sebuah arteriola, vena, dan jaringan kapiler darah, dan lacteal (LAK-te-al = susu) yang mana adalah kapiler-kapiler limpatik. Nutrient-nutrient diserap oleh sel-sel epitel yang menutupi villus melalui dinding kapiler atau lacteal untuk masuk darah atau limpha, berturut-turut.
Disamping lipatan sirkuler dan villi, usus halus juga mempunyai mikrovilli (mi-kro-VIL-i: micro = kecil) yang memproyeksikan membrane apical pada sel-sel absorbsi. Tiap mikrovilli 1 mikro m silindris, membran menutupi proyeksi yang berisi berkas dari 20-30 filament-filament aktin. Ketika melihat melalui cahaya mkroskop mikrovilli terlalu kecil untuk dilihat secara individu; malahan mereka membentuk garis-garis yang tidak jelas, dinamakan brush border (batas sikat), memanjang ke dalam lumen usus halus (gambar 24.19d). Ada perkiraan 200 juta mikrovilli per mm2 di usus halus. Karena mikrovilli sangat amat meningkatkan area permukaan membran plasma, lebih besar jumlahnya mencerna nutrient-nutrient yang dapat berdifusi ke dalam sel-sel absorbsi di dalam masa yang diberikan. Brush border juga berisi beberapa enzim-enzim brush border yang mempunyai sistem pencernaan (di diskusikan dengan lebih pendek).

Tugas Getah Intestinal dan Enzim-enzim Brush Border
Sekitar 1-2 liter (1-2 qt) getah intestinal, cairan kuning yang jelas, disekresi setiap hari. Getah intestinal berisi air dan mucus dan lebih sedikit alkaline (pH 7,6) bersama, pankreas dan getah intestinal menyediakan cairan setengah matang yang membantu absorbsi subtansi dari chyme di usus halus. Sel-sel absorbsi usus halus mensintesis beberapa enzim pencernaan, dinamakan enzim brush-border, dan memasukan mereka di membran plasma pada mikrovili. Jadi, beberapa enzim pencernaan terjadi di permukaan sel-sel absorbsi yang bergaris vili, lebih baik dari pada di lumen semata-mata. Diantara enzim-enzim brush border adalah 4 karbohidrat- enzim pencernaan yang dinamakan α-dextrinase, maltase, sukrosa, dan lactase = protein- enzim pencernaan dinamakan peptidase (aminopeptidase dan dipeptidase); dan 2 tipe nukleotida- enzim pencernaan, nukleotidase dan fosphatase. Juga, seperti sel-sel absorbsi masuk ke dalam lumen pada usus halus, mereka mematahkan sebagian dan melepaskan enzim yang membantu mencerna nutrient-nutrient di chyme.











( b ) Vili formis di duodenum pada usus halus







( c ) Nodus limfatik di illeum ( d )Mikrovilli di duodenum
Pencernaan mekanik di usus halus 2 tipe pergerakan usus halus –segmentasi dan tipe peristaltik yang dinamakan migrasi motiliti kompleks- di perintah sebagian besar oleh plexus meinteric. Segmentasi adalah membatasi, bercampurnya kontraksi yang terjadi di bagian-bagian usus, di gelembungkan oleh volume chyme yang besar. Segmentasi mencampurkan chyme dengan getah intestinal dan membawa partikel makanan ke dalam hubungan dengan mukosa untuk absorbsi; mereka tidak melakukan dorongan isi intestinal sepanjang tract. Sebuah segmentasi mulai dengan kontraksi serabut otot sirkuler di bagian usus halus, tindakan atau aksi menarik usus kedalam segmen-segmen. Berikutnya, serabut otot yang mengelilingi tengah tiap segmen sisa berkontraksi, memisahkan segmen lagi. Akhirnya, serabut-serabut yang pertama berkontraksi relaksasi, dan tiap unit segmen kecil dengan di tengahnya segmen kecil sehingga segmen-segmen yang besar di bentuk lagi. Seperti rangkaian ini sekiranya mengulangi, chyme mengaduk-aduk kembali dan seterusnya. Segmentasi terjadi paling banyak dengan cepat di duodenum, sekitar 12x /menit, dan makin melambat sekitar 8x per menit di ileum. Pergerakan ini seperti hanya tekanan yang bergantian di tengah dan kemudian berakhir dari tuba capped pada toothpaste.
Setelah banyak makanan yang sudah diserap, yang mana mengurangi penggelembungan dinding usus halus, segmentasi berhenti dan gerakan peristaltik mulai. Tipe gerak peristaltik yang terjadi di usus halus, istilahnya migrasi motiliti komplex (MMC), mulai di bagian yang lebih rendah pada lambung dan mendorong chyme maju di sepanjang bidang pendek pada usus halus sebelum habis sama sekali. MMC berpindah dengan pelan turun ke usus halus sampai berakhir di ileum sekitar 90-120 menit. Kemudian MMC yang lain mulai di lambung. Semuanya, sisa chyme di usus halus selama 3-5 jam.

PENCERNAAN SECARA KIMIAWI DALAM USUS HALUS
Di dalam mulut amilase mengubah zat tepung (polysacarida) ke maltosa (disakarida), maltotriose (trisacarida) dan dekrin (cabang fregmentasi zat tepungdengan 5 sampai 10 unit glukosa) dilambung pepsin mengubah protein kepeptida (kecil fragmentasi protein) dan lingual lipase gastric mengubah beberapa triglisarida ke dalam asam lemak diglyserida dan monoglycerida. Demikian chyme masuk keusus halus yang sebagian berisi pencernaan carbohidrat , protein dan lipid. Penyelesaian dari pencernaan carbohidrat, protein dan lipid adalah bersama getah pancreas, empedu dan getah inyestinal didalam usus halus.

Pencernaan Karbohidrat
Sesungguhnya gerakan/aksi dari saliva amilase mungkin melajutkan ke dalam lambung untuk suatu saat, kadar Ph perut merusak saliva amilase dan menghentikan aktivitasnya. Jadi hanya satu golongan yang dirusak/dihancurkan pada waktu meninggalkan lambung. Zat tepung tidak dihancurkan ke dalam maltosa. Maltotriase dan a-dextrins segera dipotong oleh enzim amilase di pankreas, enzim yang dari pankreas yang bergerak masuk ke dalam usus halus. Meskipun amilase pankreas bertindak sebagai glikogen dan zat tepung. Enzim ini tidak mempunyai efek polisacarida satu sama yang lain yang dinamakan selulosa tumbuh berserat pencernaan tanaman yang umumnya dijadikan sebagai bahan kasar yang bergerak melalui sistem pencernaan. Setelah amilase (enzim dari air ludah atau pankreas) telah memecahkan zat tepung ke dalam fragmentasi yang lebih kecil, enzim yang berada ditepi atau batasan-batasan dinamakan a-dextrinase, yang bergerak menghasilkan a-dextrin, dari salah satu potongan 1 unit glukosa.
Dalam molekul pencernaan dari sukrosa, laktosa dan maltosa. 3 sakarida tidak sampai bergerak sampai usus kecil. 3 enzim pembatas dicerna sacarida memasuki monosakarida. Sukrosa berhenti sukrosa masuk molekul glukosa dan sebuah molekul dari fructosa, pencernaan laktase masuk ke dalam molekul glukosa dan molekul galaktosa, dan maltase memecahkan maltosa dan maltotriase memasuki 2 atau 3 molekul glukosa pencernaan karbohidrat berakhir dengan memproduksi monosakarida yang mana sistem pencernaan itu adalah mampu untuk menyerap.

INTOLERANSI LACTOSA
Di dalam sel mukosa mauca/orang dari dari usus halus gagal untuk menghasilkan laktare yang cukup. Yang mana kamu dapat mempelajari asam-asam dari pencernaan lactosa. Hasil ini dapat dikondisikan dinamakan Intoleransi Lactosa. Yang mana didalamnya kurang dicerna di dalam maknan yang hancur didalam lambung dalam bentuk cair yang ditahan di dalam feses, bakteri yang difermentasikan dari laktosa yang belum dicerna diproduksi dalam bentuk gas. Gejala dari intoleransi laktosa (kekurangan laktosa) meliputi diare, gas, penggembungan dan kejang pada setelah mengkonsumsi susu dan produk susu lain. Gejal dapat cukup serius sehingga membutuhkan perhatian dari medis/perawat. Tes/uji percobaan pernapasan hidrogen sering digunakan untuk mendiagnosis kekurangan laktosa. Sangat sedikit hidrogen yang dapat dideteksi disaluran pernapasan seseorang yang normal, tapi hidrogen terdiri dari produksi gas yang tidak dicerna laktosa didalam usus colon yang dipermentasikan oleh bakteri hidrogen diserap dari usus dan membawa melalui pembuluh darah ke paru-paru yang ditembuskan seseorang yang kekurangan lactosa dapat meminum suplemen untuk membantu pencernaan lactosa.

Pencernaan Protein
Kembali kita bicarakan bahwa pencernaan protein dimulai didalam lambung, yang mana protein difermentasikan masuk peptida oleh gerakan pepsin enzym yang didalam pankreas adalah tripsin, chymotripsin, dan elastase meneruskan untuk menghancurkan protein yang masuk ke dalam peptida. Meskipun semua enzim ini mengubah protein ke dalam peptida, namun caranya berbeda karena setiap peptida ikatannya tidaksama diantara asam amino. Tripsin chymotripsin dan elastase semuanya memecah peptida diantara asam amino dan sejenisnya. Carboxypeptida merobek asam amino dicarboxi akhir dari peptida. Pencernaan protein dilengkapi oleh 2 peptida dalam pembersih pembalas yaitu amino peptidase dan dipeptidase. Amino peptidase membelah asam amino pada akhir peptida. Dipeptidase membagi dipeptidase (2 asam amino yang digabung oleh peptida) menjadi asam amino tunggal.

Pencernaan lipids
Sebagian besar sisa lipid yang berlebih dimasukan kedalam trigliserida, yang terdiri dari molekul gliserol untuk mengikat 3 molekul asam yang mengandung lemak (lihat gambar 2,17 hala 47) enzim yang meluam trigeliserida dan phospulipid dinamakan lipase. Kembali dikatakan bahwa ada 3 tipe lipase yang dapat berperan serta didalam penerimaan lipid. Lipase lidah, perut dan lipase pankreas. Meskipun beberapa lipid yang dicerna terjadi diperut melalui aksi lidan dan lipase perut, sebagian besar terjadi diusus kecil melalui lipase pankreas. Masuk ke asam lemak dan monoglycerida. Asam lemak yang dibebaskan terdapat di dalam urutan lemak pendek (dengan lebih rendah 10 – 12 carbon) atau urutan asam lemak panjang.
Sebelum lipid yang dalam jumlah besar dipercikan berisi triglicerida yang dapat dicerna di dalam usus halus, sebuah proses ini yang berisi percikan lipid besar/luar dihancurkan masuk ke percikan lipid kecil. Hal ini berisi garam cairan empedu, garam sedium dan garam potasium dari cairan acids (mainly chenodeoxychollcacid and chollic acid). Garam cairan empedu diantipasi, yang mana bahwa setiap garam cairan telah mempunyai hidropobic (non polar) dan hidropolic (polar). Ampipatic alam dari cairan garam kemudian diemulsi oleh lipid yang besar. Bagian hidropohic cairan garam bergabung dengan percikan lipid yang besar saat bagian hidropilic dari cairan garam dihubungkan dengan chym usus yang eneer. Kesimpulannya, besar percikan lipid sah ke dalam beberapa percikan lipid halus/kecil masing-masing 1 m diameter. Percikan lipid yang halus (kecil) terbentuk dari emulsifikasi yang memberikan daerah permukaan yang besar menyediakan lipase pankreas untuk fungsi yang lebih efektif.

Pencernaan NA (Asam Nucleus)
Pankreas yang terdiri dari 2 nucleus : ribonucleases, yang dicerna di RNA, dan deoxyribonuclease yang dicerna di DNA. Nukleutida yang dihasilkan dari 2 aksi nuklease selanjtnya dicerna oleh dinding enzim pembatas yang disebut nucleosidase dan phosphatase masuk dalam pentose, phosphate dan nitrogen. Ada 2 hasil yang diserap/diabsorbsi dengan transportasi aktif.

Tabel 24.4 Ringkasan sumber substrat dan hasil dari pencernaan enzim
Table 24.4 ringkasan dari pencernaan enzyme
Enzyme Sumber Substrat Produk
Saliva
Amylase kelenjar saliva stracch (polysacarida) maltosa, maltotriose, dan a- dextrin
Lipse lingual kelenjar lingual di lidah triglyceride dan lipid asam lemak dan diglycerida

Getah lambung
Pepsin selchief lambung protein peptida
Lipase gastric sel chief lambung trglyserida asam lemak dan monoglycerida
(lemak dan minyak)
getah pancreas
amylase pancreas kadar sel pancreas starches(polysacarida) maltosa, maltotriose, dan a- dextrin
tripsin(activasi kadar sel pancreas protein peptida
dari chymotripsi
nogenke enteroki
nase)
chymotripsin(ac kadar sel pancreas protein peptida
tivasi dari chymo
tripsinogen dari
tripsin)
elastase kadar sel pancreas protein peptida
carboxypeptida kadar sel pancreas asam amino carboxyl asam amino dan peptida
berakhir dipeptida
lipase pancreas kadar sel pancreas triglyceride (lemak dan asam lemak dan monoglycerida
minyak)
gluclease
ribonuklease kadar sel pancreas asam ribonuclease nucleotide
deoxrybonuclease kadar sel pancreas deoxrybonuclease nucleotide

brush border
a-dextrin usus halus a-dextrin glucose
maltase usus halus maltosa glucose
sucrase usus halus sucrose glukosa dan fructose
lactase usus halus lactase glukosa dan galaktosa
enterokinase usus halus trypsinogen trypsin
peptidase
aminopeptidase usus halus asam aminoberakhir asam amino dan peptidase
dipeptida
dipeptidase usus halus dipeptidase asam amino
phosphatase usus halus nucleotide dasar nitrogen, pentosesdan
phospat

Penyelesaian pencernaan carbohidrat protein dan lipid adalah kolektif dari pankreas empedu dan di usus kecil.

Peresapan di Usus Halus
Semua pencernaan kimia dan mekanis bertahap dicerna berulang-ulang di usus halus dan proses perubahan makanan terjadi pada sel epitel dan melapisi mukosa serta mendasari darah dan pembuluh limpha. Semua itu membentuk monosakarida (glukosa, fruktosa dan galactose) dari karbohidrat. Asam amino tunggal, dipeptin dan tripeptin dari protein dan asam lemak. Gliserol dan monogliserol berasal dari triglyserida. Lintasan pencernaan nutrisi itu dari bidang gastrointestinal ke dalam darah atau limpa dinamakan penyerapan/absorbsi.
Penyerapan material terjadi melalui difusi, memudahkan difusi, osmosis dan transportasi aktiv. Sekitar 90% penyerapan nutrisi terjadi di usus halus 10% terjadi di lambung dan usus besar, yang mana material/bahan belum dicerna atau belum diserap di usus halus yang dilanjutkan ke usus besar.

Penyerapan Monosakarida
Segala carbohidrat diserap oleh monosakarida. Capasitas usus halus untuk penyerapan monosakarida adalah sangat besar sekitar 120 gram perhari. Sebagai hasil, semua yang berkaitan dengan pencernaan carbohidrat normal untuk diserap. Meninggalkan satu tidak dapat dicerna celulosa dan serabut difeses. Monosacarida melewati dari lumen selesai membran apical memudahkan difusi atau transportasi aktiv fructosa, monosacarida dasar dibuah. Transportasi melalui pacilitates difusi : glukosa dan gabuktosa mengangkut ke dalam cel absortiv divili melalui transportasi kedua adalah transportasi aktiv berpasangan dengan Na+ (gambar 24-26a) pengangkutan di tempat yang dibagian pinggir itu untuk satu molekul gula dan dua ion-ion sodium, kecuali kalau ada tempat untuk memenuhi yang lain seperti zat kimia untuk diangkut. Galaktosa bisa dengan glukosa dalam perjalanan dan pengangkutan yang sama. Karena kedua-keduanya yaitu Natrium dan Galaktosa atau galaktosa sebagai langkah untuk menunjuk dalam pengangkutan ini disebut symporter. Monosacarida kemudian dikeluarkan untuk penyerapan sel-sel yang telah siap pada permukaan basokateral melalui fasilitas difusi dan masuk ke dalam kapiler-kapiler yang terdapat di membran.

Perserapan Asam Amino di Peptida dan Tripeptida
Semua protein diserap asam amino melalui transportasi aktiv. Proses tersebut terjadi terutama dideudenum dan jejenum. Sekitar setengah dari penyerapan asam amino terdapat dimakanan. Setengah lainnya berasal dari antibodi yang disebut protein disaluran pencernaan dan pengganti sel rusal oleh membran mukosa luar.
Normalnya 95-98% protein berada di usus halus dicerna dan diserap. Jenis asam amino mengangkat tidak sama. Setiap asam amino masuk membawa sel absorti di pembeluluh melalui Na+ tergantung tambahan kedua pengangkutan aktif serupa juga untuk pemindahan glukosa. Lain halnya asam amino mengalir sendiri tanpa diangkut. Salah satu symporter pembawa di dalam dipeptida dan tripeptida, bersama H+.
Peptida sama dengan hidrolisis untuk senyawa asam amino bagian dalam sel penyerapan asam amino memindahkan keluar sel absortiv melalui penyerapan dan masuk pembuluh kapiler Villus (gambar 24. 208). Dua monosakarida dan asam amino adalah pengikat ditatanan hepatik. Jika tidak jauh dengan hepatocyt, masuk melalui sirkulasi umum.

Perserapan Lipid
Semua yang berkaitan dengan lipid diserap melalui difusi sederhana. Kematangan penyerapan sekitar 95% lipid berada di usus halus wajar jika rendah memproduksi empedu. Pada bayi penyerapan hanya sekitar 85% lipid. Maka hasilnya terdapat emuslifikasi dan pencernaan trigliserida akibat kebawanya monoglyserida dan asam lemak, bagaimana jika salah asa lemak atau rantai panjang asam lemak. Meskipun rantai pendek asam lemak hidropobic. Mereka sangat mempunyai ukuran, mereka dapat disosolve di air intestinal chyme. Cel absorbtive selesai melalui difusi sederhana dan mengikuti rute/jalur dari monosacarida serta asam amino masuk ke dalam pembuluh darah capiler villus (gambar 24.208). asam lemak rantai panjang dan monoglyserida besar dan hydrophobic serta mempunyai kesulitan mensuspensi air disekitar chyme intestinal. Lagi pula mereka berperansebagai emulsifikasi, garam empedua juga menolong asam lemak rantai panjang dan monoglicerida dapat larut garam empedu di chyme intestinal mengepung asam lemak rantai panjang dan monogliserida membentuk bulatan kecil disebut micelles (mi-sel = sel sangat kecil). Setiap micells 2-10 nm diameter dan memasukan 20-50 molekul garam empedu (gambar 24.208). Micells membentuk dua sifat untuk amphipathic garam empedu. Daerah hidropobic banyak garam empedu mempengaruhi asam lemak rantai panjang dan monoglicarida serta daerah hidropobic dengan garam empedu mempengaruhi cairan chyme intestinal. Waktu dibentuk. Langkah Micelles dari belakang lumen usus halus untuk brush border untuk sel absorbtil. Micelles meninggalkan chyme. Micelles terus menerus chyme kembali siap mengulangi pemotongan dari brush borer dibagian dalam lumen usus halus untuk pengangkatan asam lemak rantai panjang dan monoglyserida. Banyak molekul hydropabic panjang juga mempunyai daya larut vitamin (ADEK) dan kolesterol kesatuan dalam rangkaian poanjang dengan asam lemak rantai panjang monogliserim.
Ketika terjadi penyerapan di dalam sel asam lemak rantai panjang dan monoglyserida adalah kombinas dari triglyserida. Bagaimanapun kumpulan untuk butiran panjang dengan phospolipid serta kolesterol dari sebelum terbungkus protein besar bulat masanya sekitar 80 nm di diameternya disebut kilomikron. Cylomicron mendiami sel absortive melalui exocytesis karena cylomicron sangat lebar dan perlu banyak ruang. Cylomicron tidak bisa masuk ke pembuluh darag kapiler menempel di dinding darah.

Gambar 24.20 Penyerapan makanan yang telah di cerna di usus halus



















Pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang kecil. Malahan chylomicron masuk lactase, yang mempunyai pori-pori jauh lebih besar dibandingkan dengan pembuluh darah kapiler, Dari lactase chylomikron mengangkut dari pembuluh limpatik dari saluran dada dan darah masuk lemat sebelah kiri subklavian (gambar 24.20b) protein hidrophobik yang melapisi chylomikron , seterusnya chylomikron menggantungkan didalam darah dan mencegah dari perekat satu sama yang lain.
Setelah absorbsi selama 10 menit, kir-kira separuh dari chylomikron telah dipindahkan dari darah yang melewati pembuluh darah kapiler dihati dan jaringan adipose. Perpindahan ini terpenuhi oleh suatu enzim yang mendempet permukaan cel endhotelial capiler disebut lipase lipoprotein, pemecahan triglyceride dalam chylomikron dan lipoprotein lain kedalm asam lemak dan glycerol. Difusi asam lemak ke hepatosyt dan sel adipose serta glycerol mengkombinasi selam resistensi triglyserida, dua atau tiga jam setelah makan sesuatu. Solicit chylomikron tinggal di darah.
Setelah emulsifikasi ikut berpartisipasi dan 90-95 penyerapan lipid, dari garam empedu diserap kembali dengan pengangkutan aktif di segmen akhir diusus halus (ileum) dan dikembalikan oleh darah kehati melalui system portal hepatic dan akan didaur ulang (siklus portal hepatic). Siklus dari sekresi garam empedu dari hepatocyt kedalam empedu, penyerapan dilakukan kembali dari ileum dan pengeluaran kembali kedalam empedu disebut sirkulasi enterohepatic. Garam empedu tidak cukup, due either menghalangi saluran atau empedu pindah ke gallbladder, dapat mengakibatkan hilangnya 40% pengaturan sisa lemak tak jenuh difeses untuk diserap dengan baik,vilfat solube tidak cukup diserap secara adekuat.
Penyerapan electrolyt
Banyak penyerapan elektrolytyang banyak diserap oleh usus halus dari secresi gastro intestinal dan beberapa dari bagian dan makanan yang akan dicerna. Penarikan kembali electrolyt adalah campuran yang memisahkan kedalam ion diair mengubah electrolyt. Ion sodium aktif diangkut keluar sel dan menyerap dari basolateral pompa sodium potassium (Na+/K+ ATP Ase) setelah sudah pindah sel dapat menyerap melalui difusi dan pengangkutan aktif kedua, kebanyakan pengeluaran dari ion sodium (Na+) digastrointestinal tidak diperoleh kembali dan fese hilang. Bikarbonat bermuatan negative klorida iodide dan ion nitrat dengan psiv mengikuti Na dengan pengangkutan aktif. Ion calcium juga diserap dengan aktif disuatu proses yang dirangsang oleh calcitriol. Electrlyt lain seperti zat besi potassium, magnesium dan ion phospat juga diserap melalui makanisme aktif.
Penyerapan vitamin
Seperti yang baru saja anda pelajari, vitamin dapat larut dilemak : A,D,E dan K berkenaan dengan pengaturn pencernaan lipid dimicelles dan di serap melalui difusi sederhan. Vitamin dapat larut di air, vitamin B dan vitamin C juga diserap melalui difusi sederhana. Bagaimanapun vitamin B12, berkombinasi dengan factor intrinsic yang diproduksi oleh lambung dan penyerapan di ileum berkombinasi melalui mekanisme pengangkutan aktif.
Gambar 24.21 Volume cairan sehari-hari yang di minum, di sekresi, diserap dan di ekskresikan dari traktus gastrointestinal














Penyerapan Air
Total volume cairan yang masuk usus halus setiap hari sekitar 9,3 liter (9,8 at) dating dari proses pencernaan cairan (sekitr 2,3 liter) dan dari berbagai secresi gastrointestinal. Gambar 24.21 melukiskan sejumlah cairan yang mencernakan , mengeluarkan , menyerap dan yang dikeluarkan oleh bidang gastrointestinal. Usus halus menyerap sekitar 8,3 liter, sisanya lewatb kedalam usus besar, kemudian dari sisa sekitar 0,9 liter juga diserap. Hanya 0,1 liter (100 ml) dari air dikeluarkan difeses setiap hari. Sebagian besar mendesak melalui system urinary.
Semua penyerapan air dibidang gastrointestinal terjadi melalui osmosis dari lumen melalui sel yang dapat menyerap kedalam pembuluh darah kapiler. Karena gerakan air dapat pindah ke seberang mukosa intestinal yang berhubungan dengan usus diarah kedua-duanya, penyerapan air di usus halus tergantung pada penyerapan electrolyt dan nutrisi untuk memelihara keseimbangan osmotic dalam darah. Penyerapan electrolyt, monosacarida dan asam amino menetapkan suatu konsentrasi untuk air yang menaikan penyerapan air melalui osmosis.
Tabel 24.5 yang meringkas aktivitas pencernaan pankrea, hati, gallbladder dan usus halus.

Penyerapan Alkohol
Memabukan menjadikan tidak mampu, efek alcohol tergantung pada tingkatan pengukuran alcohol darah. Karena lipid dapat larut, penyerapan alcohol dimulai di lambung. Bagaimanapun area permukaan yang tersedia untuk penyerapan jauh lebih besar diusus halus dibandingkan dilambung, maka ketika alcohol lewat didalam duodenm diserap dengan cepat. Alcohol lebih lama berada dilambung, semakin pelan tingkatan alkohoh darah akan naik. Sebab pengosongan asam lemak di chime melambat dengan lambung, tingkatan alcohol darah akan naik dengan pelan oleh kaya lemak, seperti pizza, hamburgers/Nachos. Penuh dengan dengan makanan beralkohol. Juga enzyme dehidrogenase, yang mana ada disel mukosa lambung/gastric. Sebagian alcohol pecah di asetaldehye, yang mana tidak memabukan. Ketika tingkat pengosongan lambung lebih lambat, menurut perbandingan alcohol akan diserap dan dikonversike asetaldehyde dilambung dan begitu solicit alcohol darah. Dengan konsumsi alcohol yang serupa, wanita mengembangkan tingkat alcohol lebih tinggi (oleh karena itu mengalami kemabukan lebih besar) dibandingkan pria, ukuran dapat dibandingkan sebab aktivitas lambung. Dehidrogenase alcohol adalah 60% menurunkan wanita dibandingkan pria. Pria asia tingkatnya juga lebih rendah enzyme lambung.
Tabel 24.5 rinkasan aktivitas pencernaan di pancreas, liver, gallbladder dan usus halus

Struktur Aktivitas
Pancreas Menghantarkan getah lambung ke duodenum melalui pembuluh darah yang ada di pancreas itu sendiri.(lihat tabel24 untuk enzyme-enzym pancreas dan fungsi-fungsinya
Liver Memproduksi empedu (garam-garam empedu) yang digunakan untuk proses terjadinya emulsi dan penyerapan lipid
Gallbladder Tempat penyimpanan, membersihkan dan menghantarkan empedu masuk keduodenum melalui pembuluh bersamaan dengan empedu
Usus halus Merupakan tempat utama untuk proses pencernaan dan penyerapan nutrisi-nutrisiserta air dalam system gastrointestinal
Mukosa / Submukosa
Kelenjar intestinal Mensecresi getah lambung dalam usus
Kelenjar duodenal Mensekresi cairan alkalip untuk menahan cairan zat asam yang ada diperut
Microvili Merupakan bagian membrane yang sangat kecil sekali dan tertutup yang memproyeksi dalam proses penyerapan sel-sel epithel yang terdiri dari enzyme-enzym pembatas-brus (lihat tabel24.4) dan meningkatkan pada daerah permukaan untuk pencernaan dan penyerapan.
Villi Seperti jari-jari yang memproyeksi mukosa sebagai tempat untuk penyerapan pada proses pencernaan makanan dan sebagai tempat untuk meningkatkan pada daerah permukaan dalam pencernaan dan penyarapan merupakan lipatan mukosa dan submukosa sebagai daerah
Muskularis untuk meningkatkan dalam pencernaan dan penyerapan terdiri dari pertukaran / pergantian untuk kontraksi sirkulasi serabut otot yang halus untuk memproduksi dalam pembagian menjadi ruas-ruas dalam bagian usus kecilyaitu dengan getah dalam pencernaan dan membawa ion-ion masuk bersamaan dengan mukosa untuk proses penyerapan
(MMC) Merupakan sebuah tipe dalam gerakan peristalticyang terdiri gelombag-
Migrating Motility gelombang untuk sirkulasi kontriksidan relaksasi serta serabut otot halus yang membujur yang cukup panjang dalam usus halus, dimana gelombang chime akan kembali menutup
Lipatan-lipatan merupakan lipatan-lipatan mukosa dan submukosa untuk meningkatkan
Circular folds dalam daerah permukaan untuk pencernaan dan penyerapan.

32. jelaskan bagian-bagiandari usus halus dan jelaskan pula fungsi-fungsinya ?
33. apakah jalan pada mukosa dan submukosa pada usus halus itu dibiasakan sebaga tempat untukpencernaan dan penyerapan ?
34. jelaskan tipe-tipe dari pergerakan yang terjadi diusus halus ?
35. sebutkan funsi-fungsi dari pancreas amylase aminopeptida, lipase gastric dan deoxyribonuclease ?
36. apa perbedaan antara pencernaan dan penyerapa ?bagaimana akhir dari produksi-produksi karbohidrat, protein,dan lipid pada pencernaan dan penyerapan tersebut ?
37. dengan apakah jalur-jalur penyerapan nutrisi-nutrisi didaerah hati ?
38.jelaskan proses penyerapan yang meliputi electrolyt, vitamin dan air oleh usus halus ?

K. USUS BESAR
Usus besar adalah bagian terminal dari bidang gastrointestinal. Keseluruhan funsi usus besar adalah menyelesaikan penyarapan produksi vitamin tertentu, pembentukan feses dari tubuh.

Anatomi Usus besar
Yang mana usus besar panjangnya sekitar 1,5 (5ft) dan berdiameter 6,5 cm (2,5 inc) meluas dari ileum sampai anus, terikat dengan dinding atas abdominal oleh mesocolon, yang mana 2 lapisan di peritoneum dari strukturnya , ada 4 daerah utama usus besar yaitu cecum, colon, rectum dan saluran anal (gambar 24.22a).
Pembukaan dari ileum kedalam usus besar berhati-hati dari membrane mukosa spincher ileocecal memanggil (clep) yang memperbolehkan material dari usus halus untuk brpindah keusus besar, cecum menggantung dibawah klep ileocecal, suatu kantong kecil yang panjangnya sekitar 6 cm (2,4 inc). yang ukuran pamjangnya sekitar 8 cm (3inc), menghubungkan appendix (vermivorm==dikenakan-shaped ; appendix = tambahan)
Mesentary appendik menghubungkan mesoappendik, attaché appendik ke bagian yang lebih rendah dari mesentery ileum.
Cecum yang terbuka berakhir, yang menghubungkan dengan suatu pembuluh anal (= jalan lintasan makanan) yang mana dibagi menjadi assending, tranverse, descending, dan bagian sigmoid. Kedua-duanya assending dan descending adalah pembuluh retroperitoneal: bukanlah tranverse dan colon sigmoid. Benar untuk colon ascending pada sisi kanan abdomen, menjangkau permukaan inferior yang menyangkutliver dan memutar dengan kasar di sisi kiri dari colic kanan (hepatic) flexure. Colon meneruskan kesisi kiri abdomen kesisi colon tranverse. Membelok diakhir yang lebih rendah menyangkut limpha disisi kiri, kolic kiri (splenic) flexure dan lebih rendah untuk tingkatan iliaa crest sebagai colon descendingcolon sigmoid (tanda=s-shaped) dekat disisi kiri iliac crest, garis tengah untuk project dan mengakhiridi rectum sekitar tingkatan vertebra sacralis ke 3.
Rectum, yang terakhir 20 cm (8 inc) di bidang gastrointestinal. Berada didepan sacrum dan coceyx. Terminal 2-3 cm (1 inc) rectum adalah canal anal ( gambar 24.22b )membrane mukosa di canal anal diatur dalam liptan membujur, colums anal yang berisi arteri dan vena. Pembukaan canal anal itu di exteriordinamakan anus.
Gambar 24.22. Anatomi usus besar ( Lihat tortora )
Fungsi dari usus besar
1. tepat mengocok hauistral, gerakan peristaltic dan terdapat gerakan peristaltic yang menggerakan muatan-muatan dari colon masuk kedalam rectum
2. bakteri yang ada diusus besar menghasilkan protein-protein dari asam amino sebagai tempat peristirahatan, asam amino memproduksi beberapa vitamin B dan vitamin K
3. penyerapan beberapa air, ion-ion dan vitamin
4. pembentukan feses
5. membuang air besar (pengosongan rectum)

Appendicitis
Inflamasi dari usus buntu, diidtilahkan appendicityis yang di dahului oleh obstruksi lumen di usus buntu oleh kimus, inflamasi, zat asing, kanker cecum, stenosis, atau penyusutan organ. Karakteristiknya adalah demam tintggi, jumlah sel darah putih meningkat, dan jumlah neutronphil diatas 75%.
Infeksi yang mu7ncul berakibat oedema dan iskemia serta berkembang menjadi gangrene dan perforasi dalam waktu 24 jam.
Ciri khasnya, appendicitis dimulai dengfan nyeri alih dibagian umbilical perut, diikuti oleh anoreksia ( kurang nafsu makan ), mual, dan muntah, Setelah beberapa jam merasakan nyeri local di kuadaran kanan bawah ( RLQ ) dan berlanjut menjadi parah oleh batuk, bersin atau pergerakan tubuh. Pembedahan usus buntu ( mengangkat usus buntu ) lebih dianjurkan karena lebih aman dioperasi dari pada pecah dan bertambah bahaya, peritonitis dan gangrene. Meskipun itu dituntut melakukan operasi major abdominal terlebih dahulu, masa sekarang usus buntu biasanya dilakukan dengan laparoscopy.
Gambar 24.23 Histologi usus besar








Histologi Usus Besar
Dinding dari usus besar mempunyai 4 lapisan dasar sisa dalam GI tract : mukosa, submukosa, muskularais, dan serosa. Mukosa terdiri dari simple columnar epithelium, lamina propria ( jaringan koneksi areolar ) dan muskularis mukosa ( otot halus ) ( Gambar 24.23 ).

Ephitelium berisi banyak sekali absorbsi dan sel goblet. ( Gambar 24.23b ). Absorbsi sel mempunyai fungsi mutama di dalam mengabsorbsi air: sel goblet mengeluarkan mucus yang melumasi bagian deari isi colonic. Absorbsi kedua dan sel goblet ditempatkan jauh, lurus, kelenjar tubular intestinal ( crypts of Liberkuhn )hingga sangat kental dan penuh didalam mukosa. Limfatik sendiri nodules juga terdapat dalam lamina propria di mukosa dan mungkin sampai di muskulari mukosa dan masuk ke submukosa. Dibandingkan dengan usus kecil Mukosa di usus besar tidak mempunyai banyak struktural yang beradaptasi yang meningkatkan area permukaan. Itu bukan circuler folds atu villi; bagaimanapun micro villidi sel abstortive itu ada . Kesimpulannya, banyak absorbsi terjadi di usus kecil dar pada di usus besar.
Submukosa di dalam usus besar terdiri darri jaringan koneksi areolar. Muskularis terdiri dar lapisan luar longitudinal usus kecil dan lapisan dalam dari sirkuler otot polos, tidak seperti di bagian gastrointestinal. Bagian dari otot longitudinal adalah tebal berbentuk tiga conspicuous bands longitudinal yang disebut teniae coli ( Teniae : flat bands ), mengalir sepanjang usus halus ( Gambar 24.22a ). Teniae coli dipisahkan oleh usus besar pada dinding dengan sedikit otot longitudinal. Kontraksi obat dilipatan bands di usus besar sampai bagian kantong dinamakan haustra ( HAWS-tra = bentuk seperti kantung bila satu disebut haustrum ) yang memberikan lipatan pada usus besar. Lipatan tunggal dari otot polos sirkuler lies diantara teniae coli. Serosa yang terletak dalam usus besar adalah bagian darin visceral peritoneum. Lipatan kecil dari viseral peritoneum yang menempati dn menempel ke teniae coli disebut epiploic appendages.

Gambar 24.23 ( terusan )


























Polips Diusus Besar
Polips diusus besar umumnya perkembangan lama dari penyakit tumor yang lunak y6ang tumbuh di mucus dari usus besar. Sering tidak diketahui perjalanannya. Jiika gejalanya diare, darah didalam feses dan pemberhentian mucus dari anus, polips dihilangkan dengan colonoscopy atau pembedahan karena beberapa dari polips merupakan penyakit kanker.

Mekanisme Pencernaan di Usus Besar
Lintasan dari cairan penghancur makanan ( kimus ) dari ulleum ke cecum diregulasi oleh sphincter ileocecal. Normalnya, katub sebagian menutup hingga lintasan kimus ke cecum berjalan dengan pelan. Dengan cepat setelah makanan, reflek gastroileal intensifies peristaltis di ileum dan kekuwatan kimus sampai ke cecum. Hormon gastrin juga merelaksasi sphincter ketika cecum dilembungkan, derajat dari kontraksi neocecal sphincter intensifies,.
Gerakan darti usus besar ketika substansi melewati sphincter elleocecal. Karena kimus berjalan diusus halus dengan kecepatan konstan, waktu yang diperlukan makanan ke usus besar di8tentukan oleh waktu pengosongan lambung. Seperti makanan berhenti di sphincter illeocecal, menempati cecum dan mengakumulasi kenaikan usus besar.
Salah satu karakteristik gerakan darim usus besar adalah haustral churning. Dei proses ini , haustra remain relaksasi dan dilembungkan saat terisi penuh. Ketika distansi mencapai poin tertentu , diddingf kontraksi dan menekan sampaim ke haustrum berikutnya. Peristaltis juga terjadi meskipun pelan ( 3-12 kontraksi per menit ) di banding dengan posisi tract proximal. Akhir dari gerakan peristaltis,l kekuatan dari gelombang peristaltis dimulai kira – kira di tengah dari colon transversal dan dengan mudah mengendalikan dari colon ke rectum. Karena makanan dalam perut memulai reflek gastrocolic di colon , massa peristaltis biasanya memakan waktu 3 – 4 jam sehari, selama atau saat setelah makan

Pencernaan Kimiawi Di Usus Besar
Bagian akhir dari terjadinya pencernaan di colon sampai aktifnya bakteri yang menghambat lumen. Mukus disekresi oleh kelenjar di usus besar , tapi bukan enzim yang mensekressi . kimus siap, di eliminasi oleh bakteri yang mana ferment menyisakan karbohidrat dan melepaskan hydrogen, karbondioksida serta gas metan. Gas ini mengkonstribusi ke flatus ( gas ) di colon, diistilagkan flatulence jika berlebihan. Bakteri sisa protein juga masuk , asam amino dan mencerna asa,m amino menjadi substansi simpler: indole, skatole, hydrogen sulfide, dan asam lemak.
Beberapa dari indole dan skatole di eliminasi lewat feses dan dikonstribusi dengan bau; absorbsi berhenti dan ditransportasikan ke liver, dimana bahan campuran ini adalah berisi sedikit racun compounds dan di sekresim lewat urin. Bakteri juga di susun oleh bilirubin ke pegmen simpler, termasuk stercobilin yang memberikan warna coklat pada feses. Produk bakteri di absorbsi di colon termasuk beberapa vitamin yang di butuhkan untuk metabolisme normal, selain itu vitamin B dan Vitamin K.

Absorbsi dan Formasi di Usus Besar
Sisa maktu untuk kimus di dalam usus besar sekitar 3-10 jam. Itu menjadi solid atau semi solid karena air di absobsi dan disebut feses. Secara kimiawi, feses t5erdiri dari air, garam organic, tidak meninggalkan sel ephitel, dan mukosa di GI tract, bakteri, produk dari bakteri, material tidak di ansorbsi di pencertnaan, dan pembusukan tidak dapat di cerna oleh makanan.
Meskipun 90% semua adalah air absorbsi yang terjadi di usus halus. Usus besar adalah organ yang cukup penting untuk absorbsi dalam menjaga keseimbangan organ tubuh. Dari 0.5-1.0 liter air masuk ke dalam usus besar , tetapi keseluruhannya kira-kira 100-200 ml diabsorbsi secara normal lewat osmosis. Usus besar juga mengabsorbsi ion, termasuk sodium dan klorida serta beberapa vitamin.

Ilmu Darah ( Occult Blood )
Istilah ilmu darah berhubungan dengan darah di kulit. Ini tidak dirasakan oleh mata orang. Sebagian besar nilai diagnosa dari tes ilmu darah adalah screen dan kanker colo rectak. Dua substansi yang diberikan dari ilmu darah adalah feses dan urin. Beberapa tipe produk tersedia di rumah dites untuk kuli darah di feses. Tes ini sebagai dasar dan warna feses berubah ketika reagent di tanbahkan ke feses. Keberadaan ilmu darah di urin mungkin diketahui dengan menggunakan air dan membaca garis reagent.

REFLEK DEFEKASI ( BUANG AIR BESAR )
Massa peristaltis bergerak mendorong material fecal dari colon sigmoid ke rectum. Menghasilkan dinding menstimulasi bagian resepptor. Yang mengawali reflek mdefekasi adalah rectum yang kosong. Reflek defekasi terjadi karena sebagai berikut : Respon distersi dari dinding rectal, reseptor mengirimkan lewat saraf sensorik ke medulla spinalis bagian sacral. Menggerakan impuls dari medulla melalui saraf parasimpatis kembali kebawah colon ( colon desenden ), colon sigmoid rectum dan anus. Menghasilkan kontraksi otot rectal longitudinal yang memperpendek rectum. Dengan demikian menaikan tekanan dalam rectum . Tekanan ini terus menerus dengan kontraksi yang di sengaja dari diafragma dan otot abdominal. Ditambah stimulasi parasimpatis, membuka lubang atau saluran sphincter interna.
Saluiran sphincter external dapat di control dengan mudah ( voluntary ). Jika itu adalah relaksasi dengan voluntary, terjadi defekasi dan fese siap dikeluarkan lewat anus. ; jika kontraksi voluntary. Defekasi bisa di tunda. Kontraksi voluntary diafragma dam otot abdominal membantu defekasi dengan meningkatkan tekanan dalam abdomen. Yang mendorong dinding colon sigmoid dan masuk rectum. Jika tidak terjadi defekasi, fese ditahan sampai di colon sigmoid sampai gel\ombang berikutnya dari massa peristaltis menstimulasi untuk meregang, menimbulkan kembali dorongan untuk defekasi. Pada kematian bayi, reflek defekasi menyebabkan pengosongan secara otomatis di rectum karena pengendali dari saluran sphincter external belum berkembang.
Jumlah dari gerakan isi perut seseorang lebih ditekankan dari mempercayai waktu di berbagai factor seperti diet, kesehatan dan stress. Jarak normal isi perut aktifitas berubah dari dua atau tiga perpindahan isi perut setiap hari menjadi 3/4 perpindahan isi perut per minggu.
Diare (di-a-re-a : dia=terjadi ; rrhea=aliran) itu adalah meningkatnya frekuensi, volume dan cairan dalam feses karena meningkatnya motility dan menurunnya absorbsi oleh usus. Ketika chime mudah berjalan selesai di usus halus dan feses berjalan dengan mudah juga hingga sampai diusus besar. Waktunya tidak cukup untuk absorbsi. Frekuensi diare bisa menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan cairan elektrolit. Berlebihan motility mungkin disebabkan oleh ketidaktoleranan laktosa, stress, dan mikroba yang mengiritasi mukosa digastrointestinal.
Constipasi (ken-sti-pa-shun ; con=bersama, stip=menekan)sama dengan jarang/sulitnya defekasi disebabkan oleh menurunnya motility usus. Karena sisa feses dikolon untuk diperpanjang waktunya, dalam absorbsikelebihan air dan feses kering dan keras. Konstipasi mungkin disebabkan oleh kebiasaan buruk (defekasi yang terlambat), kekejangan colon, tidak cukup serat dalam diet, intake cairan yang tidak cukup, kekurangan exercise, emosional stress, obat-obatan.
Pengobatannya adalah dengan laxative (obat pencahar), seperti susmagresia, yang menyebabkan defekasi. Bagaimanapun banyak dokter mempertahankan laxative kebisaan membentuk dan menambahkan serat dalam diet, meningkatkan jumlah exercise, meningkatkan cairan yang masuk adalah menghambat dari mengendalikan masalah yang biasa.
Tabel 24.6 kesimpulan dari aktivitas pencernaan di usus besar dan tabel 24.7 kesimpulan fungsi dari seluruh organ sistem pencernaan.



Tabel 24.6 kesimpulan aktivitas pencernaan di usus besar
Struktur
Aktivitas
Fungsi
Lumen
Bakteri Aktiv
Mencegah yang tidak dapat dicerna carbohidrate, protein dan asam amino ke produk yang bisa mengeluarkan feses/diabsorbsi dan mengurangi racun oleh liver, sintesis vit b dan vit k
Mucosa
Mucus sekresi

Absorbsi
Pelumas colon dan melindungi mukosa
Air mengabsorbsi feses yang keras dan mengkontribusi ke tubuh. Keseimbang air : absorbsi solut, memasukkan ion, beberapa vitamin
Muskularis
Haustral churning


Peristaltis



Massa peristaltis

Reflek defekasi
Memindahkan isi haustrum ke haustrum oleh kontraksi otot
Memindahkan isi yang terus memanjang di colon oleh kontraksi sirkuler dan otot longitudinal
Kekuatan isi dari colon sigmoid dan rektum
Pengeluaran feses oleh kontraksi di colon sigmoid dan rektum

Serat (makanan yang berhubungan dengan serat)
Makanan yang berhubungan dengan serat terdiri karbohidrat yang tidak dapat dicerna seperti selulosa dan pectin found dibuah, sayuran, padi, buncis. Serat yang tidak dapat dipecah yang tidak larut di air, termasuk woody atau struktural. Bagian yang tumbuh seperti kulit dari buah dan sayur dan lapisan kulit padi sekitar gandum dan biji jagung. Serat yang tidak bisa dipecahkan siap berjalan ke GI tract sebagian besar tidak berubah tetapi kecepatan lintasan dari matrial siap di tract. Serat yang dapat di pecahkan yang larut dalam air, bentuk material jel berjalan pelan yang telah siap ditract. Itu adalah kelimpahan dikacang, gandum, brokoli, buah prem(kering), apel dan buah jeruk.

Seseorang yang memiliki diet banyak serat mungkin akan mengurangi perkembangan obesitas, diabetes, atherosterosis, gallston hermorroids, diverticulitis, appendicitis dan kanker colorectal.
Serat yang dapat dipecahkan juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol hati normalnya masuk menjadi garam empedu. Yang dilepas ke usus halus untuk membantu pencernaan lemak. Telah menyelesaikan tugasnya, garam empedu direobsorsi oleh usus halus dan mengembalikan ke liver. Sejak itu serat yaang dapat dipecahkan mengikat garam empedu untuk perlindungan reabsorbsi,liver menjadi kelebihan garam empedu untuk mengganti dalam bentuk feses. Liver menguraikan banyak kolesterol untuk membuat lebih garam empedu dan level kolesterol dalam darah menurun.

Tabel 24.7 Kesimpulan organ dalam sistem pencernaan dan fungsinya.
Organ
Fungsi
Mulut
Melihat daftar dan ditabel ini untuk fungsi dari lidah, kelenjar ludah, dan gigi, semua yang ada di mulut. Dengan penambahan bibir dan pipi menyimpan makan diantara gigi sampai mastikasi, dan kelenjar buccal linning mulut memproduksi saliva
Lidah
Menggerakkan makanan dalam mengunyah, membentuk makanan menjadi bolus, menggerakan makanan untuk deglutisi, mendeteksi rasa dan sedikit sensasi dan mulainya pencernaan dari tryglycerides
Kelenjar saliva
Memproduksi saliva, melunakkan, membasahi, dan melarutkan makanan, membersihkan mulut dan gigi serta memulai pencernaan dari yang sebenarnya
Gigi
Memotong, menyobek, dan menghancurkan makanan, mengurangi yang padat menjadi partikel yang lebih kecil dan menggrenda
Pharinx
Menerima bolus dari lubang oral dan jalan menuju esophagus
Esophagus
Menerima bolus dari pharinx dan memindahkan ke perut. Membutuhkan relaksasi di atas sphincter esophageal dan sekresi mukus
Perut
Mencampur itu dengan sekresi dan kelenjar gastrik, dan mengurangi makanan menjadi chyme, kelenjar gastrik mengaktifkan pepsin dan membunuh mikroba di dalam makanan. Faktor intrinsik membantu absorsi vitamin B12 perut menjalankan sebagai penyimpanan makanan sebelum dilepaskan ke usus halus.
Pankreas
Getah pankreas menahan keasaman getas gastrik di chyme (menimbulkan pH normal dari pencernaan di usus halus) menghentikan aksi pepsin dari perut dan berisi enzim di pencernaan KH, protein, trigly cendes dan asam nucleac
Hati/liver
Memproduksi empedu, yang dibutuhkan untuk mengemulsi dan absorsi lipid di ususu halus
Kantong empedu
Menyimpan dan konsentrasi empedu serta mengurangi itu di usus halus
Usus halus
Campuran pembagian cyme dengan getah pencernaan, berpindah motility komples mendorong chyme ke arah sphincter eleocecal: sekresi pencernaan dari usus halus, pankreas, dan hati pencernaan lengkap dari KH, protein, lipid dan asam nucleic, lipatan sirkuler, vili dan mikro vili meningkatkan daerah permukaan ion absorbsi, tempat dimana 90% terdiri dari nutrient dan absorsi air.
Usus besar
Houstral churning, peristaltis, dan massaperistaltis perjalanan berisi kolon ke rektum, produksi bakteri beberapa vitamin B dan vitamin K; absorsi beberapa air, ion dan vitamin, defekasi

CHEKPOINT
39. Apa region mayor dalam usus besar?
40. Bagaimana muskularis beda di usus besar ketika gitract istirahat? Apa itu houstra?
41. Deskripsikan terjadinya mekanisme gerakan di usus besar?
42. Apa itu defekasi dan bagaimana terjadinya ?
43. Aktifitas apa yang terjadi di usus besar sampai ada perubahan isi feses?

Tahap pencernaan
Tujuan
- Mendeskripsikan 3 tahap pencernaan
- Mendeskripsikan hormon mayor mengatur aktifitas pencernaan
Aktifitas pencernaan terjadi meliputi 3 tahap:
Tahap kepala, tahap lambuing, dan tahap usus
Tahap kepala
Pada waktu tahap kepala dalam pencernaan, indra pencium, penglihatan, lebih dulu atau mulai berasa aktifitas makanan pusat neural di korteks cerebral, hipotolomus, dan batang otak. Batang otak di aktifitas muka (VII), glossopharingeal (IX) dan saraf vagus (X). Saraf muka dan glossopharingeal menstimulasi kelenjar saliva. Ketika saraf vagus menstimulasi kelenjar lambung untuk mensekresikan getah lambung. Tujuan dari tahap kepala dalam pencernaan adalah untuk mempersiapkan mulut dan perut untuk makan makanan.
Tahap lambung
Suatu ketika makanan masuk ke daerah perut, tahap lambung dari pencernaan dimulai. Mekanisme neural dan hormonal mengatur tahap lambung dari pencernaan untuk mendorong sekresi lambung dan motility lambung.
- mengatur neural. Makanan dari berbagai macam menggelembungkan perut dan menstimulasi reseptor meregang di dinding. Kemoreseptor di perut memonitor pH chyme perut. Ketika dinding perut menggelembung/pH meningkat karena protein masuk ke dalam perut dan menyangga beberapa asam perut, reseptor meregang dan kemoreseptor aktif dan neurol mendapat umpan balik negatif putaran mengatur gerakan (gambar 24.24). Dari reseptor meregang dan kemoreseptor, saraf menyebar impuls ke submukosa plexus, ketika simpotis masuk reuror. Hasilnya impul saraf disebabkan gelombang peristal dan melanjutkan menstimulasi dengan pelan getak lambung dari kelenjar lambung. Gelombang peristaltis mencampur 3 dengan getah lambung, ketika gelombang datang dengan cukup kuat kuantitas kecil dan chyma mengalami kekosongan lambung saat doudenum. pH dari perit klimas menurus (lebih asam) dan distersi dinding perut mengurangi karera chyma jalan menuju usus halus, menekan sekresi getah lambung.
Gambar 24.24. Umpan balik negatif neural yang mengatur pH getah lambung dan pergerakan lambung selam fase lambung

- Mengatur hormon. Sekresi lambung saat fase lambung juga di atur oleh hormon lambung. Lambung melepaskan dari G sel kelenjar lambung merespon beberapa stimuli, distensi dari perut oleh chyme, sebagian mencerna protein di kimus pH tinggi dari chyme seharusnya masuknya makanan diperut, kafein dichyme, dan asetilkolin dilepaskan dari saraf porasimpatis. Ketika dilepaskan, gastris masuk ke blood stream, mengelilingi tubuh siap dan akhirnya sampai organ target sistem pencernaan lambug menstimulasi kelenjar lambung untuk mensekresi sejumlah besar getah lambung juga kekuatan kontraksi dari spinchter bawah esopagus untuk mencegah reflux dari asam kimus esofagus, meningkatkan motility dari perut dan relaksasi spinchter piloric. Yang mendorong kekosongan lambung. Sekresi gastrin menghambat pH dari getah lambung turun hingga 2.0 dan distimulasi jika pH naik. Mekanisme umpan balik negatif membantu menyediakan optimalisasi pH rendah untuk fungsional pepsin. Membunuh mikroba dan mengubah protein di perut.

Tahap Usus
Tahap usus dari pencernaan dimulai saat makanan masuk kedalam usus halus. Dalam perbedaan mulai reflek saat tahap kepala dan tahap lambung, yang menstimulasi perut mengaktifkan sekresi......, ini terjadi saat tahap usus menghambat efek dengan pelan keluar chyme dari perut. Perlindungan ini ada di duodenum dari beban yang berlebih dengan lebih chyme itu dapat ditangani.
Dalam penjumlahan, terjadinya respon sampai tahap usus dilanjutkan naiknya pencernaan makanan sampai usus halus. Aktifitas tahap usus dari pencernaan adalah diatur oleh neural & mekanisme hormonal.
Peraturan Neural
Distensi dari duodenum oleh kedatangan chyme menyebabkan reflek enterogasticic. Reseptor meregang di duadenal, diding mengirim impul saraf ke medulla oblongata, dimana stimulasi parasimpatis dihambat dan stimulasi saraf simpatis menuju ke perut. Sebagai hasil, lambung motility dihambat dan ini meningkatkan kontraksi dari sphincter pyloric, yang menurunkan pengosongan lambung.
Peraturan Hormonal
Tahap usus dari pencernaan menjadi media oleh 2 hormon mayor disekresi oleh usus halus, cholecystolanin dan secretin. Cholecystokinin (CCK) disekresi oleh sel CCK di ruang usus halus dari Liberkuhn merespon chyme mengisi asam amino dari pencernaan sebagian protein dan asam lemak dari sebagian pencernaan triglycerides. CCK mensrimulasi sekresi getah pankreas itu sampai pencernaan enzim. Itu juga menyebabkan kontraksi dari dinding kantong empedu ke saluran kista / cystic dan saluran empedu siap seperti keadaan biasa. Dalam penjumlahan, CCK menyebabkan relaksasi sphincter di ampulla hepatopancreatic (sphincter oddi) yang menberikan getah pankreas dan empedu dengan pelan ke duodenum. CCK juga lamban dalam pengosongan lambung oleh kenaikan kontraksi di sphincter pyloric, membuat kenyang (merasa penuh) oleh peran hipotalamus di otak, meningkatkan pertumbuhan normal dan pemeliharaan pankreas serta meningkatkan efek dari sekretin. Asam chyme masuk ke duodenum menstimulasi melepaskan sekretin dari sel S diruang usus halus dan Lieberkuhn ...
Sekretin menstimulasi secara lamban getah pankreas itu adalah kaya bikarbonat (HCO3-) ion untuk menyangga asam chyme yang masuk duodenum dari perut. Disamping efek mayor, sekretin menghambat sekresi getah lambung, menaikkan pertumbuhan normal dan pemeliharaan pankreas serta efek dari CCK. Keseluruhan, sekretin disebabkan menyangga asam dichyme itu menjangkau duodenum dan memproduksi secara lambat asam di perut.

Hormon lain dalam sistem pencernaan
Tambahan lambung CCK dan sekretin, yang paling sedikit 10 yang lain disebut ”hormon usus” yang disekresi oleh efek di GI tract. Termasuk motilin, substansi P, dan bom besin yang menstimulasi motilitas usus; Vasoactive Intestinal Polypeptide (VIP) yang menstimulasi sekresi ion dan air oleh usus dan menghambat sekresi getah lambung. Lambung melepaskan peptida, yang menstimulasi melepaskan gastrin, somatostatin yang menghambat pelepasan gastrin.

Beberapa hormon ini adalah lebih dulu aktif di hormon lokal (para crines) dimana yang lain mensekresi ke dalam darah / sejajar ke lumen dari GI tract.
Peran Fisiologi ini dan hormon usus gambar dibawah investigasi.

Tabel 24.8 adalah kesimpulan hormon mayor yang mengontrol pencernaan
CHECK POINT
44. Apa tujuanan dari tahap kepala dari pencernaan ?
45. Deskripsikan peran gastrin di dalam tahap lambung dari pencernaan ?
46. Garis besar tahap dari reflek enterogastrik
47. Jelaskan peran dari CCK dan sekretin di tahap usus dari pencernaan

TABEL 24.8 Hormon Mayor yang Mengontrol Pencernaan

Hormon
Stimulus dan Bagian Sekresi
Aksi
Gastrin
Distensi perut sebagian mencerna protein dan kafein di perut serta tinggi pH dalam perut , kimus menstimulasi sekresi gastrin oleh entero endokrin sel G, di tempatkan dengan pipa saluran di mukosa antrum pyloric di perut
Efek mayor :
Menaikkan sekresi getah lambung, meningkatkan motilitas lambung dan meningkatkan pertumbuhan mukosa lambung
Efek Minor :
Konstriksi rendah Sphincter eshofageal, sphincter pyloric relaksasi
Sekretin
Asam ( level H’ tinggi ) kimus masuk usus halus menstimuklasi sekresi sekretin oleh entero endokrin sel S di mukosa tepatnya di duodenum
Efek Mayor : Menstimulasi sekresi getah pankreas dan empedu adalah kaya akan HCO3- ( ion bikarbonat)
Efek Minor : Menghambat sekresi getah lambung, meningkatkan pewrtumbuhan normal dan menjaga pankreas dan mempertinggi efek CCK
Chelocystokinin (CCK)
Sebagian protein (Asam amino ) dicerna, tryglycerides, dan asam lemak yang masuk kedalam usus yang menstyimulasi skresi CCK oleh entero endokrin sel CCK di mukosa di usus halus. CCK juga dilepaskan olek otak
Efek Mayor : menstimulasi sekresi kaya akan getah pankreas dipencernaan enzim, penyebab ejeksi empedu dari kantopng empedu dan membuka sphincter hepatopancreatic ampulla ( sphincter Oddi ) dan menyebabkan safiety ( puas )
Efek Minor : Menghambat pengosongan lambung, meningkatkan pertumbuhan normal dan menjaga pankreas serta mempertinggi efek sekretin


L. PERKEMBANGAN SISTEM PENCERNAAN
Tujuan
Menjelaskan sistem pencernaan
Perkembangan selama 4 minggu,sel endoderm berbentuk kavum di sebut primitif gut pelopor GI tarck (lihat gambar 29.12b di halaman 1119).kemudian segera terbentuk mesoderm dan membelah menjadi dua lapisan.
(somatic dan splanchnic),seperti di tunjukan pada gambar 29.9d pada halaman 1115.Splachnic mesoderm di gabungkan dengan dengan endoderm dari usus yang sederhana,hasilnya usus yang sederhana memepunyai sebuah dinding dua lapisan.Lapisan endodermal naik dank e lapisan epitel dan kelenjar dari sebagian besar jalur pencernaan atau GI trac.Lapisan endodermal memproduksi atau membuat otot polos dan jaringan ikat dari GI trac.
Usus primitive memperpanjang dan di beddakan kedalam interior,usus depan luar,usus tengah dan usus akhir.sampai pada minggu ke 5dari perkembanga,usus tengah membuka kedalam yolksac,setelah itu yolksac berkontraksi atau mengecil dan dilepaskan dari midgut.Di bagian forgut usus depan sebuah tekanan mengandung ektroderm dan endoderm.Pada permukaan embrio yang memisahkan forgut dari stomodeum.Membran memecah atau rontok selama minggu ke 4,sehingga forgut berlanjut pembentukan dengan bagian luar dari embrio lewat kavum oral.Pepresi yang lain mengandung ektroderm,yaitu proctodeum terbentuk di dalam usus akhir dan terus berkembang sampai ke anus (lihat gambar 29.12d).Membran cloaca adalah sebuah penggabung membran dari ectoderm dan endoderm yang memisah usus akhir dari protedeum.Setelah membran cloaca rontok dalam minggu ke 7 usus akhir terus di bangun dengan di luar embrio sampai ke anus.Maka,GI trac membentuk sebuah saluran yang terus menerus dari mulut ke anus.
Forgut berkembang menjdi pharynx,esophagus,lambung dan sebagian dari duodenum.Terus usus tengah di tranformasikan ke dalam sisa duodenum,jejunum,ileum,dan bagian-bagian usus besar yaitu(sekum apendik atau usus buntu,colon asendik dan sebagian dari colon tranversal).Usus akhir membuat sisa dari usus besar,kecuali satu bagian dari kanal atau saluran anal yang yang berasal ari protodeum.
Seiring proses perkembangan,endoderm berada di berbagai tempat sepanjang perkembangan forgut ke dalam hollow buds yang berkembang menjadi mesoderm.Tunas ini akan berkembang menjadi kelenjar saliva,hati,empedu, dan pancreas.Masing-masing organ ini menjaga hubungan dengan GI trac melalui uktus atau saluran.
Ø chekpoin
48. apa struktur dari perkembangan forgut midgut dan hindgut?




Penuaan dan sistem pencernaan
Ø Tujuan
Keseluruhan perubahan dari sistem pencernaan di hubungkan dengan penuaan termasuk penurunan mekanisme sekresi,penurunan pergerakan dari organ-argan pencernaan,kehilangan kekuatan dan warna dari jaringan muskularis dan struktur pendukung sistem pencenaan,perubahan-perubahan dalam umpan balik neurosensorik mengenai enzim dan pelepasan hormone dan penurunan respon nyeri dan sensasi organ-argan dalam.i GI tract bagian atas,perubahan yang umum termasuk penurunan atau pengurangan sensifitas iritasi mulut dan luka di mulut kehilangan rasa atau selera,penyakit di sekitar gigi atau kesulitan dalam menelan,hiatal hernia,radang lambung dan penyakit ulkus peptikus.Perubahan yang mungkin terjadi di usus halus meliputi duodenal ulser,gangguan penyerapan,dan gangguan pencernaan.Pathologi-pathologi yang meningkat kejadiannya dengan usia apendik sitis atau radang usus buntu,masalah empedu,jaundice,sirosis,dan radang pancreas akut.Perubahan-perubahan usus besar seperti konstipasi,hemoroid,dan penyakit verikular juga mungkin terjadi.Kancer kolon juga cukup umum terjadi.
Ø chekpoin
49.apa efek penuaan dari sistem pencernaan?
Sekarang jika eksplorasi kita tentang sistem pencernaan sudah lengkap.Anda dapat mengapresiasi banyak jalan atau banyak cara jika sistem pencernaan ini berperan untuk homeostasis dari sistem-sistem tubuh yang lain dengan memeriksa hal berikut;vokus kepada homeostasis:Sistem Pencernaan.Nanti pada bab 25 kamu akan meneliti bagaimana nutrisi di serap oleh GI tract yang kemudian memasuki ke dalam reaksi-reaksi metabolik di dalam jaringa tubuh.

Pusat Homeostasis
Konstribusi Sistem Pencernaan
Sistem tubuh
Sistem Seluruh tubuh
Sistem pencernaan merusak nutrisi ke dalam bentuk yang dapat di absorpsi dan di gunakan sel tubuh untuk memproduksi ATP serta membngun jaringan tubuh.Absorpsi air mineral dan vitmin,di butuhkan untuk pertumbuhan dan fungsi jaringan tubuh serta membuang air dari jaringan tubuh dalam feses.
Sistem integumen
Usus halus mengabsorpsi vitamin D yang mana kulit dan ginjal memodifikasi untuk memproduksi hormon calcitriol.Kelebihan kalori di simpan seperti trigly cerides di dalam sel adiposa di lapisan dermis dan sub kutan.
Sistem kekentalan
Usus halus mengabsorpsi kalsium,garam fosfor di butuhkan untuk membangun tulang acuan ektraseluler.
Sistem muscular
Hati dapat menjadi asam susu atau laktat(di produksi oleh otot pada waktu bergerak menjadi glukosa).
Sistem saraf
Gluconeogenesis (sintesis dari molekul gula baru) di liver di tambah pencernaan dan absorpsi karbohidrat menyediakan glukosa,di butuhkan untuk produksi ATP oleh neuron.
Sistem endokrin
Liver menonaktifkan beberapa hormone sampai aktifitas berakhir.Pankreas islets melepaskan insulin dan glucagon.Sel di mukosa lambung dan usus halus melepaskan hormon yang mengatur aktifitas pencernaan.Liver memprouksi angiotensinogen.
Sistem kardiovaskuler
GI tarct mengabsorpsi air untuk membantu volume darah dan besi yang di butuhkan untuk sintesis hemoglobin di sel darah merah.Billirubin dari hemoglobin merusak yang sebagian di ekresi dalam feses.Liver mensintesis banyak protein plasma.
Sistem limfatik dan imun
Kadar asam di getah lambung membunuh bakteri dan banyak racun di lambung.
Sistem respirasi
Menekan organ abdominal berlawanan dengan diafragma membantu mengeluarkan udara denagn mudah selama mengeluarkan nafas.
Sistem urinari
Absorpsi air oleh GI tract menyediakan air yang di butuhkan untuk mengekresi dalam bentuk urin.
Sistem reproduksi
Pencernaan dan absorpsi menyediakan cukup nutrisi,lemak,untuk perkembangan normal dari struktur reprodusi,selama produksi gamet (oocytes dan sperma) dan pertumbuhan janin serta perkembangan selama hamil.

Kesalahan:Ketidakseimbangan homeostasis
Kerusakan gigi
Kerusakan gigi termasuk deminelarisasi berjenjeng (pelunakan) dari enamel dan dendrin.Jika tidak di obati,mikro organism mungkin mengivasi atau menyerang pulpa,menyebabkan peradangan atau infeksi dengan kematian dari pulpa dan bengkak pada tulang alveolar yang mengelilingi akar,memerlukan terapi perut kanal.
Kerusakan gigi ketika bakteri-bakteri beraksi pad gula,memproduksi asam yang mendemineralisaasi enamel.Dektran suatu,lapisan poli sakarida yang di produksi dari sukrosa,menyebabkan bakteri-bakteri melekat pada gigi.Menyikat gigi setelah makan dapat menghilangkan plag dari permukaan gigi sebelum bakteri memproduksi asam.Ahli gigi juga mengrekomendasikan jika plag diantar gigi harus di hilangkan denagn benang gigi.
Periodentalis
Adalah bentuk kolektif dari sebuah kondisi yang di karakteri peradanga dan penurunan dari gusi,tulang alveola,dan ligament di sekitar gigi dan sementum.Pada kondisi seperti itu isebut pyorrhea,tanda-tanda awal termasuk peradangan dan pembesaran jaringan halus dan perdarahan di gusi.Tanpa pengobatan jaringan halus,mungkin keadaannya akan memburuk dan tulang alveola mungkin…menyebabkan gigi coklat dan penarikan gusi.Ppenyakit di sekitar gigi sering di sebabkan oleh pembersihan oral,irita zat yang mengiritasi seperti bakteri,makanan atau asap rokok atau gigitan.
Penyakit pepetik ulser
Di Amerika Serikat 5-10%dari populasinya menderita penyakit peptic ulser.Sebuah ulser seperti kawah di membran ulser yang terbentuk di daerah dari GI tract di buka oleh asam lambung di sebut Peptik Ulser.Komplikasi yang paling umum dari peptic ulser adalah perdarahan,yang dapat menyebabkan anemia jika cukup banyak darah yang hilang.Pada kasus yang akut,peptic ulser dapat menyebabkan syok dan kematian.Tiga sebab yang nyata dari penyakit peptic ulser adalah (1) bakteri helikobakteri (2) obat-obat anti invamasi intoroid sepertin aspirin (3) sekresi berlebihan dari Hcl seperti terjadi pada solinger elise sindrom,gastrin memproduksi tumor biasanya dari pancreas.
Helicobacter pilori (sebelumnya di namai kampel bakter pilori) ini adalah sebab paling sering dari PUD.Bakteri memproduksi suatu enzim yang disebut urase yang memecah urea menjadi ammonia dan karbon dioksida.Ketika bakteri di lindungi dari keasaman di lambung ammonia juga merusak lapisan mukosa di lambung dan juga sel-sel gastric.Heliko bakter pilori juga memproduksi katalase suatu enzim yang melindungi mikroba dari vagositosi dengan neurotropil I tambah beberapa protein tambahan yang mengijinkan bakteri untuk melekatkan dirinya ke dalam sel.
Beberapa pendekatan terapi yang sangat membantu dalam penanganan PUD.Asap rokok,alcohol,kafein dan nf aids harus di kurangi atau tidak di berikan pada pasien karena dapat merusak mekanis pertahanan mukossa yang meningkatkan hal-hal yang berpengaruh merusak dari HCL.Pada kasus yang di hubungkan heliko bakter pilori penanganan dengan obat-obat dengan anti biotic ..masalah,antasit oral seperti malok dapat membantu sementara waktu dengan menyeimbangkan asam lambung.Ketika sekresi berlebihan dari HCL di sebabkan oleh PUD,H2 bloker seperti (taganet) atau proton memompa inhibitor seperti omeprasol (prilosek) dengan memblok sekresi dari H+ perivental pariental.
Penyakit divertikular
Di dalam penyakit divertikular,tewrjadi di tempat-tempat di mana ototnya telah melemah dan mungkin teradang pembentukan dari divertikula di kenali sebagai divertikulosis.Banyak orang yang menderita dervikulatif tidak mempunyai tanda-tanda komplan atau keluhan pada orang-orang sewperti itu di ketahui menderita divertikulosis,10-25% kejadian pembentukan peradangan di kenali sebagai divertikulotif.Kondisi ini mungkin di karakteristikan dengan nyeri,konstipasi atau kenaikan frekuensi buang air besar,mual,muntah dan demam ringan.Karena diet yang rendah dari serat berdampak pada pembentukan diverkulotif.Pasien-pasien yang berubah ke diet tinggi serat menunjukan penurunan diverkulotif.Pada kasus yang berat,daerah usus besar yang terkena dampak mungkin dikenakan pembedahan,jika divertikula rontok bakteri yang lepas ke kavum apdomen dapat dapat meyebabkan perikulitis.
Kanker kolorektal
Kanker kolorektal adalah penyakit mematikan peringkat kedua setelah kanker paru-paru dan ketiga setelah kanker payuara pada perempuan.Genetik merupakan peranan yang sangat penting sebuah keturunan berkontritusi lebih dari setahun dari seluruh kasus kanker kolorektal.Pada hal diet serat,retinoit kalsium dan selenium dapat melindungi dari kanker kolorektal.Tanda dan gejala dari perdarahan kanker kolorektal baik dapat di lihat atau tadak tersembunyi pada feses.Pertumbuhan sebelum kanker di mukosa I sebut polik,juga meningkatkan resiko pembentukan kanker kolorektal.Pemeriksaan untuk kanker kolorektal termasuk memeriksa darah pada feses pengkajian digital pada rectal,signuit doskoti,kolons kopi dan bariumenema.Tumor dapat di hilangkan atau di buat dengan endoskopis atau pembedahan.
Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan pada hati yang dapat di sebabkan oleh virus obat-obatan dan zat kimia termasuk juga alcohol.Secara klinis ada beberapa tipe hepatitis yang di kenali.
Hepatitis A (infeksi hepatitis) ini di sebabkan oleh virus hepatitis A dan menyebar lewat kontanimasi oral atau sub objek seperti makanan,pakaian,mainan dan perlengkapan makan.Ini adlah umumnya penyakit yang ringan pada anak-anak dan dewasa muda di tandai dengan hilangnya nafsu makan dan pernafasan yang tidak enak,mual,diare,demam an ddingin.Umumnya terlihat seperti penyakit kuning.Tipe dari hepatitis ini tidak menyebabkan kerusakan hati banyak orang sembuh 4-6 minggu.
Hepatitis B di sebabkan oleh virus hepatitis B dan meyebar secara primer dengan kontak sex dan jarum suntik yang terkontaminasi dan perlengkapan transfuse.Virus hepatitis B juga dapat menyebar lewat saliva dan air mata.Virus hepatitis B dapat ada bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup dan ini dapat memproduksi sirosi dan kemungkinan kanker hati.Orang-orang yang beraktifitas di pelabuhan mungkin dapat menjadi pembawa hepatitis B.Vaksin di prouksi lewat rekobinan tegnologi NA (sebagai contoh rekobivak Hb) tersedia untuk mencegah inveksi hepatitis B.
Hepatitis C di sebabkan oleh virus hepatitis C yang secara klinik sama dengan hepatitis B dapat menyebabkan sirosis dan kemungkinan kanker hati.Pada Negara berkembang darah yang di donorkan apakah ada virus hepatitis B dan hepatitis C.
Hepatitis D I sebabkan oleh virus hepatitis D,ini di salurkan seperti hepatitis B.Pada kenyataannya seseorang pasti pernah terinfeksi hepatitis B sebelum hepatitis D.Hepatitis D menyebabkan kerusakan hati yang parah dan mempunyai tingkat resiko yang lebih tinggi dari infeksi virus hepatitis B itu sendiri.
Hepatitis E di sebabkan oleh virus hepatitis E dan menyebar seperti hepatitis A,walaupun ini tidak meyebabkan penyakit hati kronis.Hepatitis E mempunyai tingkat kematian yang sangat tinggi pada wanita hamil.

Anoreksia nervosa
Anoreksia nervosa addalah pneyakit kronik yang di tandai dengan menarik diri kehilangan berat badan,presepsi negative pada gambaran tubuh dan perubahan pada fisiologis yang hasil dari pengosongan secara nutrisi.Pasien-pasien ddengan anoreksianervosa memiliki perasaan yang dalam pada pengenalian gerak tubuh dan terkadang mendessak pemindahan makanan setiap hari walaupun intek pemasukan makanannyan tidak adekuat mereka kadang-kadang menggunakan obat pencagar yang memperburuk keseimbangan cairan dan elektrolit dan devisiensi nutrient.Kesalahan sebelum dominannya pada orang-orang muda,wanita single an mungkin keturunan.Bentuk-bentuk tidak normal dari menstruasi,amenorrhea (ketidak adaan menstruasi) dan gambaran tingkat metabolisme basal rendah dari dampak depresan efek karena kelaparan.Individu dapat menjadi kurus kering dan mungkin mati karena kelaparan atau satu dari komplikasi ini sendiri.Juga di hubungkan dengan ostioporosis,derpresi dan otak yang tidak normal di pasangkan dengan kerusakan mental.Penanganan terdiri dari pesiko terapi ddan pengaturan diet.
Medical Terminologi
Akalasia
Sebuah kondisi yang di sebabkan oleh kesalahan fungsi dari pleksusmientris yang mana sphincter esophagus bagian bawah tidak bisa relaksasi dengan normalnya ketika makanan datang.Sebuah makanan menjadi sebuah endapan di esophagus dan masuk lambung dengan sangat lambat.Ini sering menyebabkan nyeri di dada dan kadang-kadang bingung dengan nyeri yang berasal dari jantung.

Borboriygmus
Suatu suara berisik yang gemuruh yang di sebabkan oleh dorongan dari gas lewat usus kecil.
Bulinia
Kesalahan yang umumnya terjadi pada orang yang masih muda,single,kelas menengah,dan wanita berkulit putih.Ciri-ciri di tandai dengan kelebihan makan paling tidak 2 minggu di ikuti dengan muntah,puasa,olah raga yang kuat atau giat.Atau menggunakan obat pencagar atau deuretik ini terjadi pada respon takut menjadi berlebihan bahan atau setres,depresi dan kesalahan fisiologis seperti tumor hipotalamus.
Kanker Sor
Uksel yang sangat menyakitkan pada mukosa di membrane mulut yang menyerang wanita lebih dari laki-laki biasanya diantara usia 10-40 tahun. Mungkin karena reaksi auto imun atau alergi makanan.
Sirosis
Perluasan luka di hati sebagai hasil dari peradangan kronis karena hepatitis, zat-zat kimia yang menghancurkan sel-sel hati, parasit yang menginfeksi hati, atau alkoholisme. Sel-sel hati yang rusak dig anti dengan jaringan fibrosa atau jaringan ikat adikosa. Tanda-tandanya termasuk penyakit kuning, udema di kaki, perdarahan yang tidak dapat di kendalikan dan kenaikan sensivitas terhadap obat.
Kolitis
Peradangan pada mukosa di daerah kolon dan rectum yang mana penyerapan dari air dan garam terkurangi mengakibatkan feses berdarah dan berair. Dan pada kasus yang berat dehidrasi dan kehabisan garam. Ini di ketahui sebagai keadaan auto imun.
Kolonos Kopi
Pemeriksaan secara visual dari garis dalam kolon menggunakan suatu membrane edoskopribrotik fleksibel yang panjang yang di sebut kolonoskop. Ini di gunakan untuk mendeteksi kesalahan seperti polip kanker diverkulosis, untuk mengambil contoh jaringan dan untuk membuang sebagian polip. Banyak tumor di usus besar terjadi di rectum.
Kolostomi
Pembelokan feses lewat sebuah pembukaan di kolon di ciptakan pembedahan yang di buat di luar dinding abdomen. Lubang ini menjadi pengganti anus lewat keluarnya feses yang di tampung ke dalam kantong di abdomen.
Disvasgia
Kesulitan dalam menelan yang mungkin di sebabkan pada peradangan paralysis, obstruksi ataupun trauma.
Latus
Gas di dalam lambung atau usus halus yang biasanya di keluarkan melalui anus. Jika gas di keluarkan melalui mulut ini di sebut eruptesi atau belcing.Latus mungkin merupakan suatu hasildari gas yang di lepaskan lama oleh pencernaan lambung atau dari menelan udara dari gas yang mengandung zat-zat seperti pada minuman yang berkarbonasi.
Keracunan Makanan
Rasa sakit tiba-tiba yang di sebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi mikroba atau racun. Bentuk paling umum dari keracunan makanan adalah racun yang diproduksi dari bakteri stapilokofusdurens. Banyak jenis dari keracunan makanan menyebabkan diare dan atau muntah sering di hubungkan dengan sakit perut.
Gastro Intretis
Peradangan pada garis dalam lambung dan usus halus. Ini biasanya disebabkan oleh viral/ inveksi bakteri yang mungkin terjadi karena makanan dan minuman yang berkontaminasi dengan orang dekat. Tanda-tandanya diare, muntah, demam, kehilangan nafsu makan, kranm dan tidak nyaman pada abdomen.
Gastro Kopi
Untuk melihat dengan (instrument bercahaya ) pemeriksaan dalam lambung yang mana pemeriksaan dapat melihat bagian dalam lambung secara langsung untuk mengevakuasi ulser, tumor, peradangan atau sumber perdarahan.
Halitosis
Odor halitosis baru yang berasal dari mulut juga disebut nafas yang jelek.
Heart Bern
Sensasi seperti terbakar di region dekat jantung karena iritasi pada mukosa pada esovagus dari HCL pada isi lambung. Ini disebabkan oleh kegagalan spingter esophagus bawah untuk menutup. Maka, isi dari lambung masuk esophagus bagian dalam. Ini tidak di hubungkan dengan penyakit jantung.
Hemoroid
Peradangan pada vena rectal superior hemoroid terjadi ketika tekanan vena turun dan menjadi dipenuhi dengan darah. Jika tekanan terus-menerus dinding vena akan meregang seperti pembuluh darah tidak bertekanan.Biasanya tanda yang pertama itu bahwa hemoroid dihasilkan. Pembawa bagi lapisan juga fawors membentuk gumpalan, selanjutnya yang bengkak dan sakit. Hemoroid mungkin dari sembelit, yang mana mungkin membawa dengan udara dingin, serat makanan,. Juga mengulang ketegangan selama berak tentara darah turun kedalam rectal veins. Tekanan meningkat those veins dan mungkin causing hemoroids. Juga meninggak piles.
Hernia
Penonjolan dari semua atau bagian dari satu organ melalui membrane atau rongga dinding, biasanya cavum abdominal. Hiatus (diafragma) herni penonjolan dari bagian perut didalam rongga dada melalui esophageal hiatus diantara diafragma. Inguinal hernia penonjolan dari hernia kedalam inguinal maembuka, berisi bagian dari isi perut bagian depan dan memperpanjang, compartemen serotal di karenakan strangulasi bagian hernia.
Penyakit Bowel
Inflamasi Gil tract ada dua bentuk yang 1. Cronh’s disease adalah inflamasi dibagian Gil tract yang mana inflamasi tersebut di perpanjang dari mukosa melewati sub mukosa muscularis dan serosa. 2. Ulcerative colitis adalah inflamasi dari mukosa di kolon dan rectum biasanya di hantarkan oleh darah yang keluar di bagian dubur. Anehnya, merokok meningkatkan resiko Cronh’s disease tetapi menurunkan resiko ulcerative colitis.Irritable Bowel Syndrom (IBS)Semua penyakit Gil tract yang mana bereaksi stress oleh peningkatan gejala (seperti kejang dan nyeri abdominal) di hubungkan dengan pertukaran pola diare dan konstipasi. Jumlah mucus yang berlebihan muncul dalam feses, gejala lainnya masuknya gas dalam perut, nausea, dan hilang nafsu makan. Kondisi ini juga di namakan irritable colon atau spastie colitis.
Mal Absorpsi
Nomor yang tidak teratur yang mana nutrisi dari makanan yang tidak di absorpsi dengan baik itu mungkin it may be due hasilnya tidak teratur tidak cukup merusak makanan selama pencernaan (due tidak cukup untuk mencerna enzim atau getah), kerusakan dinding usus halus (dari pembedahan, infeksi, dan obat seperti neomyein dan alcohol), dan pelemahan motilitas. Gejalanya diare, penurunan berat badan, lemas, kekurangan vitamin dan tulang kekurangan mineral.
Malocclusion
Kondisi yang mana permukaan dari maxillary (atas dan mandibular) gigi serangan tiba-tiba bersama dengan lemah.
Nausea
Dikarakteristikkan karena nafsu makan dan sensasi muntah yang dating. Itu karena adanya iritasi lokal di Gil tract system penyakitnya, penyakit otak atau pada muka, pekerjaan yang berlebihan atau efek pengobatan atau everdosage.
Traveler’s diare
Penyakit infeksi di Gil tarct menghasilkan pelepasan, pergerakan bowel yang mendesak kejang, nyeri abdominal, rasa tidak enak, nausea. Kadang-kadang demam serta dehidrasi. Itu diperoleh sampai ingesti dari makanan atau kontaminasi air dengan matrial vekal bagiannya berisi bakteri (yang istimewa Escherichia Coli), virus atau parasit protozoa kurang bisa menjadi banyak.


Belajar Menguraikan
Pengenalan (hal 896)
1. Menghancurkan molekul makanan yang besar menjadi molekul kecil yang di sebut pencernaan.
2. Organ yang terlibat dalam pemecahn makanan adalah kolektive sebagai system digestif dan mengubah menjadi dua grup: Gil tract dan organ pencernaan tambahan.
3. Gil tract bersambung memperpanjang saluran dari mulut ke anus
4. Organ pencernaan tambahan termasuk mulut, lidah, kelenjar saliva, liver, kantong empedu dan pancreas

Gambaran system pencernaan (hal 896)
1. Pencernaan terdapat 6 proses dasar : ingesti, sekresi, mixing dan propulsion, mekanik serta pencernaan kimia absorpsi dan difikasi.
2. Pencernaan mekanik terdiri dari mengunyah dan menggerakkan Gil tract dengan bantuan pencernaan kimia.
3. Pencernaan kimiawi adalah rangkaian hidrolisis yang menghancurkan sebagian besar karbohidrat li0pid, protein dan asam nukleit. Di dalam makanan menjadi molekul-molekul kecil yang di gunakan sel tubuh.

Lapisan Gil tract (hal 896)
1. Dasar susunan dari lapisan yang terbesar dari Gil tract dari bagian dalam sampai luar adalah mukosa, submukosa, muskularis dan serosa.
2. Hubungannya dengan laminapropia dari mukosa adalah potongan luas jaringan limfatik dinamakan jaringan mukosa, associated lymphoid tissue (MALT)

Saraf inerfasi Gil tract (hal 899)
1. Gil tract di ragulasi oleh factor intrinsik dari saraf seperti anteric nervous system dan factor ekstrinsik saraf yaitu bagian autonomic nervous system (ANS).
2. ENS terdiri dari susunan saraf menjadi dua pleksus, mnyentic plexus dan submulosal plexus.
3. Mnyentic plexus yang lokasinya diantara longitudinal dan sirkuler lapisan otot polos muscularis mengatur motilital Gil tract.
4. Submukosa plexus yang lokasinya di submukosa mengatur sekresi Gil tract.
5. Meskipun saraf ENS dapat berfungsi sendiri ini adalah subyek pengaturan saraf ANS.
6. Otot parasimpatis dari saraf fagus dan saraf pelvis splanehlit meningkatkan sekresi Gil tract dan motilitas karena menimgkatnya aktivitas saraf ENS.
7. Otot simpatis dari torak dan region lumbalis atas medulla spinalis menurunkan sekresi sitrat dan motilitas karena dihambat neuron ENS.

Peritonium (hal 900)
1. Peritonium adalah membrane serosa terpanjang dari tubuh garis dinding cavum abdominal dan penutup organ abdominal
2. Lipatan peritoneum terdiri dari mesentery, mesocola, ikatan talcidormi sedikit 2 mentum dan gretar omentum.

Mulut (halaman 902)
1. Mulut di oleh pipi,palate keras dan halus,pipi dan liah
2. Vestibula adalah di bentuk di ruang external oleh pipi dan bibir dan internal oleh gigi an gusi
3. Cavum oral sediri memperpanjang dari vestibula ke fauces
4. Lidah,bersama dengan otot,bentuk lantasi dari kavum oral itu terdiri dari otot skelet di tutup dengan membrane mukosa.
5. Permukaan atas dan bagian dari lidah di tutup dengan palpila,beberapa yang berisi tunas berasa
6. Bagian mayor ari saliva di sekresi oleh kelenjar saliva mayor,yang bergantung I luar mulut dan menuangkan isinya ke dalam pembuluh yang kosong ke dalam kavum oral.
7. Terdapat 3 pasang kelenjar saliva mayor :parotid,submandibular,dan kelenjar sublingual.
8. Saliva melumasi makanan dan memulai pencernaan kimia dan karbohidrat.
9. Saliva di control oleh sistem saraf.
10. Gigi (dentes) merencanakan di dalam mulut dan beradaptasi untuk pencernaan mekanik.
11. Khas dari gigi berisi 3 region terpenting:kepala gigi,akar dan leher.
12. Gigi primer terdiri dari dentir dan di tutup oleh enamel,subtansi terkeras di tubuh.
13. Ada 2 dentif :desiducus dan permanen.
14. Menembus mastikasi,makanan di campur dengan saliva dan menjadi halus,masa yang fleksibel yang di sebut bolus.
15. Amilase saliva memulai pencernaan dari tepung dan lipase lingual berperan sebagai triglycerides

Pharynx (H.908)
1. Pharinx saluran yang berbentuk cerobong yang memperpanjang dari..internal ke esophagus posterior dank e laring anterior.
2. Pharinx berfungsi 2,sebagai pernafasan dan fungsi pencernaan

Esophagus (H.908).
1. Esophagus adalah dapat di lipat saluran muskuler yang berhubungan dengan pharynx ke lambung.
2. Pengurungan tinggi dan menurun spingter esophagus

Deglutifi (H.909)
1. Deglutisi atau mengunyah menjadi bolus ndari mulut ke lambung
2. Mengunyah adalah bagian yang di kehendaki,bagian pharyngeal (Tidak di kehendaki) dan bagian esophageal (tidak di kehenaki)




Lambung (H.911)
1. Lambung berhubungan dengan esophageal ke duodenum
2. Bagian utama anatomi ari lambung adalah cardia,fundus,corpus an pylorus.
3. Adaptasi lambung untuk pencernaan termasuk..memproduksi kelenjar mucus,asam hydrocholis,pepsin,getah lipase,dan factor intrinsic,serta 3lapisan muskularis
4. Pencernaan mekanik terdiri dari gelombang mixing
5. Pencernaan kimia terdiri dari banyak perubahan dari protein ke peptide oleh pepsin
6. Dinding lambung adalah substansi yang sangat tertutup rapat.
7. Diantara substansi lambung yang bisa diabsorpsi adalah air,ion,obat dan alcohol

Pancreas (H.916)
1. Pankreas tediri dari kepala,tubuh an ekor yang di hubungkan ke duodenum lewat duktus pankreatikus dan duktus accessory atau tambahan
2. Endokrin pankreatik pulau (pulau dari langerhans) mensekresi hormone dan exocrine acini mensekresi getah pancreas
3. Getah pancreas terdiri dari enzim yang memulai pencernaan (amylase pancreas),protein (tripsi,chymo tripsin,carboxypeptida dan elastase),trilgi cerides (lipase pancreatic),asam nucleic (ribonuklease dan deoxyribonu clease)


Hati dan Kantung Empedu (H.918)
1. Hati mempunyai lobus kanan an kiri;lobus kanan terdiri dari lobus quadratikus dan lobus caudatus.Kantong empeu berlokasi depresi di permukaan posterior hati yang menyediakan dan kosentrasi empeu
2. Lobus hati terdiri dari hepatocytes (sel hati),sinusoids,sel stellate retikuloendotelial (kuffer) dan vena pusat.
3. Hepatosites memproduksi empedu yang mempengaruhi oleh sistem duktus ke kantung empedu untuk konsentrasi dan tempat penyimpanan sementara.
4. Kontribusi empedu dalam pencernaan adalah emulsifikasi dari..lipid
5. Hati juga berfungsi sebagai metabolisme karbohidrat,lipid,dan protein;memproses obat dan hormone,ekresi biliburin,sintesis garam empedu,menyimpan vitamin dan mineral;phagosytosis;dan aktifasi vitamin D.

Usus Halus (H.921)
1. Usus halus memanjang dari sphincter pyloric ke sphincter ileocecal
2. Itu terbagi menjadi duodenum,jejunum an ileum
3. Kelenjar usus halus mensekresi caran dan mucus dan lipatan sirkuler,villi serta micro villi dari dinding yang memberi daerah permukaan besar untuk pencernaan dan absorpsi
4. Enzim..mencernax-dextrins maltossa,sukrosa,lakfosa,peptide,dan nucleotia di permukaan sel mukosa ephitelial
5. Pankreas dan enzim brus-border alam usus memulai memecal menjadi maltose,maltotriose dan x-dextrin (amylase pankreativ),x-dextrin menjadi glukosa (x-detrinase),maltose menjadi glukosa (maltase),sukrosa menjadi glukosa dan frutosa (sukrasa),laktosa menjadi glukosa dan galaktosa (lactase) dan protein menjadi peptide
(trypsin,chymotripsin,and elastase).Juga,enzim membunuh asam amino di karboxi dan peptide (carboxi peptideses) dan membunuh asam amino di amino dari peptide (amino peptidases),trigli cerides ke asam lemak dan mono glicerides (lipases) dan nukleotidakepentoses serta nitrogenous basis (nukleo sidases dan phosphatases)
6. Pencernaan mekanik di usus halus melibatkan segmentasi dan MMC
7. Absorpsi terjadi melalui difusi,fasilitas difusi,osetosis dan transport aktif;absorpsi banyak terjadi I usus halus
8. Melalui monosakarida asam amino dan ssssasam lemak ke pembuluh kapiler
9. Rantai panjang asam lemak dan monoglycerides diabsorpsi dari micelles,resintesized ke triglycerides an di bentuk menjadi chylomicrons
10. Chylomicrons pindah menjadi limfe di lacteal villus
11. Usus halus juga mengabsorpsi elektrolites,vitamin dan air

Usus Besar (H.931)
1. Usus besar dari sphincter ileocecal ke anus
2. Bagian ini terddiri dari secum,colon,rectum,dan anal canal
3. Mukosa berisi banyak sel goblet,dan muskularis berisi teniaecoli dan haustro
4. Pengarahan mekronik dari usus besar termasuk haustra ,peritaltis dan mosa peristaltis
5. Bagian akhir ari pencernaan kimiawi terjadi di usus besar terus peran bakteri.Substansi lainnya turun dan beberapa vitamin yang di sintesis
6. Usus besar mengabsorpsi air,ion dan vitamin
7. Feses berisi air,garam inorganic,sel epitheliat,bakteri dan makanan yang tidak bisa di cerna
8. Pengurangan feses di rectum di sebut defakasi
9. Defakasi adalah reflek di bantu oleh kontraksi yang di kehendaki di iafragma dan otot abdominal dan relaksasi dari sphincter anal external

sssTahap Pencernaan (H.937)
1. Aktifitas pencernaan terjadi melalui 3 tahap;tahap cephal,tahap gastric dan tahap intestinal
2. pada waktu tahap kepala pencernaan, kelenjar saliva mensekresi saliva dan lambung mensekresi getah lambung atas perintah mempersiapkan mulut dan lambung saat mau makan
3. Masuknya makanan ke dalam lambung di sebabkan tahap lambung dari pencernaan. Yang menaikan sekresi getah lambung dan motilitas lambung.
4. Pada waktu tahap khusus dari pencernaan, makanan di cerna di usus halus. Di tambah motilitas lambung dan motilitas lambung menurun atas perintah dengan pelan mengeluarkan cimus dari lambung yang mencegah usus halus tidak melewati batas dari cimus yang berlebihan itu dapat di handel.
5. Aktifitas yang terjadi melalui bermacam macam tahap dari pencernaan koodinat oleh perjalanan neural dan hormon. Tabel 24.8. Kesimpulan dari hormon mayor yang mengontrol pencernaan.
Perkembangan sistem pencernaan ( halaman 939 )
1.Endoderm dari primitif gut membentuk epitelium dan kelenjar yang sangat banyak dari GI track
2.Mesoderm dari primitif gut membentuk otot polos dan jaringan koneksi di jaringan GI track
Penuaan dan sistem pencernaan
1.Perubahan umum termasuk mekanisme penurunan sekresi menurunkan motilitas dan hilangnya kesehatan
2.Perubahan spesifik termasuk hilangnya rasa, pyorhea, penyakit hernia peptik ulser, konstipasi, hemoroid dan penyakit divert ular.




DAFTAR PUSTAKA

Tortora, J Gerard dan Bryan Derrickson. 2006. Principles of Anatomy and Physiology. New York: Wiley



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar